Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 20:07 WIB
Aura Kemenangan Bergelora di Cikeas
Hindra | Rabu, 8 Juli 2009 | 15:55 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Tim sukses capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono bersukacita setelah mengetahui keunggulan sementara capres-cawapres yang diusungnya berdasar hasil sementara penghitungan cepat dari berbagai lembaga survei di Puri Cikeas, Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Rabu (8/7). Menanggapi hasil sementara penghitungan cepat ini, capres Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tetap akan menunggu hasil akhir penghitungan resmi dari KPU.

TERKAIT:

BOGOR, KOMPAS.com — Suasana di kediaman calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Presiden RI, Rabu (8/7) sore, riuh seusai hitung cepat sejumlah stasiun televisi menyatakan perolehan suara pasangan capres-cawapres SBY-Boediono di atas 50 persen.

Para anggota tim kampanye nasional dan elite partai politik mitra koalisi langsung berpelukan satu sama lainnya. Mereka juga saling memberikan ucapan selamat antarsesama timkamnas dengan senyum lebar tersungging di wajah mereka.

Tampak di antara timkamnas tersebut, antara lain, Ketua Timkamnas Hatta Rajasa, Wakil Ketua Timkamnas Djoko Suyanto, Juru Bicara Andi Mallarangeng, elite Partai Demokrat Ruhut Sitompul, Anas Urbaningrum, Max Sopacua, dan juga elite parpol mitra koalisi, seperti Ruyandi Hutasoit, Lukman Hakim Saefuddin, JB Janis, dan Bursa Zarnubi.

"Ini adalah kegembiraan awal kami. Walaupun hasil hitung resmi KPU belum keluar, tapi saya sangat optimis pilpres hanya berlangsung satu putaran. Berdasarkan pengalaman, hasil hitung cepat dan hitung KPU tidak berbeda jauh," ujar Andi Mallarangeng berseri-seri.

Hal yang sama diucapkan oleh Max. "Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat masih menginginkan Pak SBY melanjutkan pemerintahan," ujar Max.

Sementara itu, Anas Urbaningrum mengatakan, "Inilah kemenangan rakyat dan kemenangan demokrasi," ujarnya. Anas melanjutkan, Partai Demokrat meminta seluruh saksi dan pendukung di daerah-daerah untuk terus mengawal suara hingga rekapitulasi final.

Para pendukung juga diminta untuk tetap santun dan menghormati tim kampanye lainnya. "Semuanya adalah saudara," ujar Anas.

Kendati riuh, tidak ada pesta-pesta berlebihan. Sang tuan rumah menyediakan minuman dan makanan ala kadarnya. Di tengah-tengah pendapa, terhidang seloyang kue tar yang dapat disantap siapa pun. Namun, tampaknya para elite dan simpatisan terlalu larut dalam kegembiraan awal sehingga penganan masih tersisa banyak.