Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:50 WIB
SBY Sumringah Lihat Hasil "Quick Count"
Ade Mayasanto | Rabu, 8 Juli 2009 | 16:29 WIB
|
Share:

KOMPAS.com/Kristianto Purnomo
Putra kedua Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istri Ani Yudhoyono serta menantu Annisa Pohan (kiri ke kanan) menggunakan hak suaranya pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di TPS 03 Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Rabu (8/7). Hari ini warga negara Indonesia yang telah memenuhi persyaratan menggunakan hak suaranya untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014.

TERKAIT:

CIKEAS, KOMPAS.com — Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono sumringah melihat hasil penghitungan cepat (quick count) pemungutan suara pilpres. Menduduki posisi teratas dengan raihan persentase di atas 50 persen, SBY pun menerima ucapan selamat dari beberapa tokoh politik nasional.

Bertempat di kediaman pribadi, Puri Indah Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7), SBY menerima ucapan selamat dari Ketua DPP PPP Lukman Hakim, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen PKB Lukman Edy, Ketua Umum PNBK Eros Djarot, Ketua Umum PBR Bursah Zarnubi, Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Hatta Rajasa, dan sejumlah petinggi Partai Demokrat.

"Meski dari lembaga survei sudah ada, dan kami ikuti hasil quick count menunjukkan keberhasilan kami dan teman-teman seperjuangan, tetap saya letakkan bahwa kami semua menunggu hasil penghitungan KPU hingga saat nanti menurut UU disampaikan pada seluruh rakyat," kata SBY saat memberi keterangan pers di kediaman pribadi Cikeas, Bogor, Rabu (8/7).

SBY berharap, penghitungan suara terus berlangsung dalam suasana damai. Keberatan atau protes sebaiknya disalurkan melalui saluran mekanisme dan prosedur yang telah diatur UU.

"Dengan demikian, demokrasi kita akan makin tumbuh dan berkembang, indah, dan membawa kebaikan bagi kita semua," jelasnya.

SBY mengemukakan, KPU memiliki kewenangan untuk menghitung secara saksama. "Saya minta proses dari PPS sampai akhir berjalan dengan baik. Kita berharap jangan sampai ada permasalahan di lapangan karena itu menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia," paparnya.

Mantan Menko Polhukam ini berharap, budaya hormat-menghormati tetap berjalan. "Kalah dan menang adalah mulia. Yang penting masa depan Indonesia lima tahun mendatang akan lebih baik, dan kita harus bersama-sama bersatu padu melangkah dan bekerja keras," katanya.

Sumber :
Persda Network