JAKARTA, KOMPAS.com — Eforia lancarnya Pemilu Presiden 2009 di Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/7) siang, sepertinya tergerus oleh tekanan dari sektor pertambangan dan perkebunan seiring turunnya harga-harga komoditas.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan berlangsung fluktuatif. Pasar tampaknya sudah mengantisipasi suksesnya pilpres, pada perdagangan Selasa lalu, di mana IHSG melonjak 2,37 persen.
IHSG sesi pertama ditutup turun tipis 0,18 persen atau 3,811 poin pada 2.079,436. Sektor pertambangan menyeret indeks di jalur negatif.
Adapun indeks Kompas100 melemah 0,12 persen, kemudian indeks LQ45 berkurang 0,32 persen serta Jakarta Islamic Index melorot 1,29 persen.
Pada perdagangan sesi ini terdapat 100 saham turun, 65 saham naik, dan 59 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 4,890 triliun dari 73.929 kali transaksi dengan volume 5,271 miliar saham.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS siang ini masih stabil di bawah level 10.200. Mata uang RI ini berada di posisi Rp 10.195 per dollar AS.
