Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 20:17 WIB
Laba BTN Lebihi Target
Erlangga Djumena | Kamis, 9 Juli 2009 | 15:03 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank Tabungan Negara (BTN) pada semester I 2009 mencatat laba bersih Rp 229,9 miliar, melebihi target Rp 209 miliar. "Pencapaian laba bersih semester I mencapai 110 persen dari target dalam RKAP (rencana kerja anggaran perusahaan)," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro seusai mencontreng pada Pilpres 2009 di TPS 05, Kompleks Menteri RI, Jalan Denpasar, Jakarta, kemarin.

Menurut Iqbal, pencapaian target pos laba bersih didorong antara lain penurunan suku bunga dan ekonomi nasional yang makin membaik. "Penurunan suku bunga mendorong permintaan kredit melonjak yang ditopang perbaikan ekonomi masyarakat," tegasnya.

Hingga akhir tahun 2009 perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 485 miliar. "Hingga 6 bulan pertama laba bersih baru sekitar Rp 229 miliar, tapi optimis target laba hingga akhir tahun akan tercapai," ujarnya.

Saat bersamaan, kredit baru yang disalurkan selama semester I mencapai Rp 5 triliun. "Kita berharap penyaluran kredit baru sampai akhir tahun sebesar Rp 15 triliun. Biasanya, siklus penyaluran kredit selalu tumbuh lebih besar pada semester II setiap tahunnya," katanya.

Apalagi diutarakan Iqbal, kalau pilpres berjalan bagus dan kondisi ekonomi terus membaik ditandai dengan penurunan suku bunga bukan tidak mungkin pertumbuhan keuangan melampau target.

Ia juga menambahkan, membaiknya ekonomi dan pengelolaan penyaluran kredit yang lebih baik mendorong rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) BTN dapat terjaga pada kisaran kurang dari empat persen. "Posisi NPL kami per Juni relatif kecil di bawah empat persen. Meskipun net interest margin (NIM) tipis pada kisaran lima persen," katanya.

Terkait penurunan suku bunga BTN, pasca pemangkasan kembali BI Rate, Iqbal mengatakan tidak langsung akan menurunkannya. "Baru saja kami menurunkan bunga, sulit kembali menurunkannya," katanya.

Saat ini BTN mematok suku bunga subsidi sebesar 7 persen, suku bunga normal 13 persen, dan suku bunga kredit modal kerja sebesar 14 persen.

Sumber :
Ant