
L’AQUILA, KOMPAS.com
Dana tersebut akan digunakan untuk program pertanian agar negara miskin dapat mencukupi kebutuhan pangan rakyatnya. Sebelumnya, pada awal sidang dijanjikan dana untuk pertanian hanya 15 miliar dollar AS.
Hari Jumat (10/7) merupakan hari terakhir pertemuan tingkat tinggi G-8, yang terdiri dari AS, Jepang, Jerman, Kanada, Rusia, Inggris, Italia, dan Perancis.
Setelah pembicaraan berjalan selama dua hari difokuskan pada krisis ekonomi, perdagangan, dan pemanasan global, hari terakhir membahas soal tantangan yang tengah dihadapi negara miskin. Persoalan yang banyak dibahas adalah bantuan terhadap para petani, bukan untuk cadangan pangan darurat.
PBB mengatakan, penduduk yang kekurangan gizi naik dalam dua tahun belakangan ini dan kini menjadi 1,02 miliar orang.
”Bantuan pangan diperlukan karena ada orang yang menderita karena kekeringan, kebanjiran, konflik, dan yang mereka inginkan adalah makanan secepatnya,” ujar Jacques Diouf, pimpinan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).
”Akan tetapi, jika kita harus memberi makan 1 miliar orang yang kelaparan, kita harus membantu mereka memproduksi pangan sendiri,” ujarnya lagi.
G-8 diharapkan akan berkomitmen mengucurkan dana sebesar 15 miliar dollar AS dalam tiga tahun ke depan untuk negara pertanian miskin untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Para pemimpin G-8 telah berjanji pada tahun 2005 di Gleneagles, Inggris, untuk meningkatkan bantuan tahunan sebesar 50 miliar dollar AS pada tahun 2010. Setengah dari jumlah itu ditujukan bagi Afrika. Akan tetapi, badan-badan bantuan mengatakan, beberapa negara G-8 hanya mengumbar janji.
Para pemimpin Afrika meminta realisasi. ”Pesan utama bagi kami adalah meminta G-8 berpegang teguh dengan komitmen mereka,” ujar Perdana Menteri Etiopia Meles Zenawi.
Selain Etiopia, para pemimpin dari Algeria, Angola, Libya, Nigeria, dan Senegal turut serta dalam pembahasan masalah ketahanan pangan. Mereka juga mendesak permintaan untuk mendapatkan kompensasi demi melawan perubahan iklim.
Sejauh ini masih belum jelas benar berapa dari 20 miliar dollar AS itu merupakan pendanaan baru dan berapa dana yang akan diberikan untuk setiap negara.
AS, Jepang, dan Uni Eropa berjanji akan mengontribusikan dana sebesar 3 miliar dollar AS.
Dalam sidang, PM Italia Silvio Berlusconi menyatakan, G-14 akan dapat lebih berperan lagi dalam masa yang akan datang. G-14 yang dimaksud adalah G-8 dan G-5 plus Mesir. G-5 terdiri dari negara berkembang, seperti China, Brasil, India, Meksiko, dan Afrika Selatan. Mesir berstatus undangan khusus. ”Saya yakin di masa depan G-14 akan menjadi lebih kuat dan dapat menjadi kekuatan untuk tatanan global di planet ini,” ujar Berlusconi.
Sebagaimana telah diduga sebelumnya, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan kekecewaan pada G-8, khususnya soal komitmen mengurangi emisi gas buang. ”Para pemimpin telah melepaskan sebuah kesempatan yang unik. Seharusnya negara-negara maju menjadi pionir dalam pengurangan pemanasan global.”