KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Presiden ke Depan Harus Bangun Infrastruktur
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Sabtu, 11 Juli 2009 | 15:56 WIB
KOMPAS/HELENA F NABABAN
Minimnya infrastruktur jalan menyebabkan penduduk Desa Bandar Dalam dan Desa Way Haru, Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Lampung Barat, harus menyusuri jalan setapak, seperti terlihat pada hari Senin (12/5).
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Bisa dibilang, presiden yang tidak memprioritaskan membangun infrastrukstur dalam pemerintahan ke depan, bukanlah presiden dengan visi jangka panjang.

Padahal, kewenangan presiden semestinya bukan hanya untuk melanggengkan pemerintahannya selama lima tahun. Selama ini, itulah kelemahan pemerintahan SBY.

"Yang terlalu lemah visi jangka panjang, harus diterangkan presiden, harus dijelaskan secara teknis. Ketika bicara soal detail, presiden harus korbankan image atau jaim dan mengambil keputusan," tutur pengamat politik Sukardi Rinakit di Warung Daun Pakubuwono, Sabtu (11/7).

Dalam bidang ekonomi, pengamat ekonomi A Prasentyantoko, gerakan di sektor riil dalam pemerintahan SBY belum terlalu memuaskan. Pasalnya, faktor-faktor penentu, seperti infrastruktur sering mandek di tengah jalan. Tak ada visi jauh ke depan.

"Penting untuk menentukan kebijakan 25 tahun ke depan. Kita ini kerap melihat ekonomi dalam konteks kekinian," ujar Prasetyantoko dalam kesempatan yang sama. Oleh karena itu, perlu orang-orang dalam posisi strategis di kabinet yang berfokus kepada kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.