JAKARTA, KOMPAS.com - Meski maskapai Mandala belum memilki rencana jangka pendek untuk terbang ke Eropa, Presiden Direktur Mandala Airlines, Diono Nurjadin, menyatakan bahwa pencabutan larangan terbang akan mendorong berkembangnya sektor pariwisata Indonesia.
Selama ini, Indonesia tidak dapat menangkap dengan baik seluruh potensi kunjungan wisata dikarenakan adanya larangan terbang UE ini. "Kami menyambut kesempatan untuk dapat memberikan pelayanan udara bagi para wisatawan dan bekerjasama dengan maskapai penerbangan internasional dalam memberikan layanan interline connection sehingga dapat mendorong kunjungan wisata ke Indonesia," kata Diono, Rabu (15/7) di Jakarta.
Ia menambahkan, ada kesempatan besar yang dapat diraih dari kerjasama dengan maskapai penerbangan maupun industri perjalanan wisata, terutama dalam menghadapai Asean Free Trade Agreement (AFTA) di tahun 2010.
Ditegaskan Diono, Mandala Airlines menyambut baik keputusan Komisi Eropa untuk menghapus Mandala dari daftar maskapai penerbangan Indonesia yang dilarang terbang ke Eropa.
"Saya memberi penghargaan tinggi bagi Menteri Perhubungan, Dirjen Perhubungan Udara, dan seluruh staf di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, atas inisiatifnya terkait keselamatan penerbangan termasuk di dalamnya pengukuran-pengukuran mengenai pemeriksaan keselamatan untuk memastikan standar keselamatan yang ditetapkan otoritas regulator penerbangan Indonesia telah memenuhi ketentuan yang diminta oleh masyarakat Uni Eropa," kata Diono.
Ditambahkannya, "Saya merasa senang bahwa upaya dari seluruh pemegang saham dan karyawan Mandala untuk selalu merujuk kepada standar keselamatan internasional telah dinilai baik oleh masyarakat Uni Eropa. Mandala adalah satu-satunya maskapai penerbangan swasta berjadwal Indonesia yang telah dicabut dari larangan terbang EU dan telah menunjukkan komitmennya dengan melakukan investasi secara besar-besaran dalam bidang keselamatan penerbangan, pelatihan bagi karyawan dan program peremajaan armada yang terencana."
Mandala saat ini melayani 17 kota tujuan penerbangan di Indonesia dan hanya mengoperasikan armada Airbus yang perawatannya dipercayakan kepada Singapore Airlines Engineering Company (SIAEC). Mandala menerapkan open door policy untuk dapat diaudit oleh pihak ketiga.
