JAKARTA, KOMPAS.com — Pada caturwulan I 2009, sektor properti ritel mengalami pertumbuhan sebesar 50 persen, hal ini disebabkan tingkat konsumsi Indonesia masih tinggi. Demikian dikatakan Arief Rahardjo, Associate Director CushmanWake Field, di Jakarta, Kamis (16/7). "Sektor ritel dipengaruhi permintaan," kata Arief.
Selain itu, tambahnya, komitmen pengembang yang dibuat sebelum krisis juga memengaruhi tingginya perkembangan sektor properti ritel. Gemilangnya pertumbuhan properti ritel merupakan sumbangan dari bidang food and beverage (FB) sebesar 90 persen dan sisanya non-FB.
Lebih jauh Arief memperkirakan, pertumbuhan properti ritel di tahun 2010 tidak akan sepesat tahun ini. Pasalnya, investor cenderung wait and see terhadap kestabilan politik. Meski demikian, Indonesia masih dilirik peritel internasional. Pada semester II tahun ini sudah ada beberapa peritel intenasional yang akan merealisasikan niatnya.
