Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 13:18 WIB
Menhub: Belum Ada Indikasi Eksodus
Rosdianah Dewi | Jumat, 17 Juli 2009 | 17:28 WIB
|
Share:

AP PHOTO/INDONESIAN STATE SECRETARIAT, CAHYO BRURI SASMITO/HO
Foto yang dirilis oleh Sekretariat Negara, bagian dalam restoran Hotel Ritz-Carlton yang rusak berantakan setelah terkena ledakan bom, Jumat (17/6).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Belum ada indikasi eksodus besar-besaran pascaledakan yang terjadi di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott pagi tadi. Masyarakat Indonesia dan warga asing diminta melakukan tindakan wait and see.

Demikian dikatakan Menteri Perhubungan Jusman Syafri Jamal, di Jakarta, Jumat (17/7). Jusman juga belum melihat adanya penurunan wisatawan asing yang datang ke Indonesia. "Sampai saat ini belum terlihat kemungkinan-kemungkinan itu, kita kondisinya selama seminggu ini," terangnya.

Meski demikian, lanjut Jusman, pihaknya telah meningkatkan pengamanan pada pelabuhan dan bandar udara. Ia menerangkan, pengamanan akan lebih difokuskan pada bandar udara. Pasalnya, bandar udara seperti Soekarno-Hatta menjadi tempat lalu lintas banyak orang. "Pintu belakang bandara yang biasanya dibuka, sekarang kita tutup. Keluar masuk kendaraan juga diperiksa," terangnya.

Lebih jauh Jusman menerangkan, pihaknya tidak merasa risau terhadap travel warning yang dikeluarkan pemerintah Australia karena masih terbuka kemungkinan warga negara Australia yang akan datang ke Indonesia. 

"Bukan berarti warga negara Australia tidak akan ke Indonesia hanya untuk meningkatkan kewaspadaannya, memperhatikan daerah yang kurang aman. Negara lain belum ada yang mengeluarkan travel warning," tandasnya.