TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Daun dari ribuan tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung, kini menguning dan layu. Kualitas daun tembakau yang buruk ini tak urung membuat petani merugi jutaan rupiah per hektar.
Yakub, petani tembakau asal Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo, mengatakan, daun tembakau yang layu tersebut tetap bisa dipanen, namun tidak dapat masuk ke pabrik dan hanya dapat dijual kepada pedagang dengan harga murah.
"Jika biasanya daun tembakau segar dijual Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kilogram (kg), maka daun tembakau yang layu ini hanya akan laku tidak lebih dari Rp 2.000 per kg," ujarnya.
Pada musim tanam ini, Yakup yang memiliki areal 0,5 hektar, menanam 10.000 tanaman tembakau dan 500 batang diantaranya menguning serta layu. Sebanyak 500 batang tanaman tembakau tersebut biasanya menghasilkan sedikitnya dua kuintal daun tembakau segar.
Warna daun yang menguning dan layu ini baru mulai nampak ketika tanaman berumur 50 hari. Dengan kondisi tersebut, maka petani pun tidak bisa serta merta menggantinya dengan bibit tembakau baru. "Jika nekad mengganti tanaman, kami justru akan mendapatkan kerugian lebih besar karena tanaman baru tersebut nantinya tidak dapat dipanen pada saat panen raya bulan Agustus mendatang," ujarnya.
Tujab, salah seorang petani lainnya mengatakan, daun yang sudah menguning, ada juga yang dibiarkannya mengering di pohon.
"Setelah kering, daun itu pun saya jual sebagai daun tembakau rajangan yang biasanya hanya laku dijual Rp 5.000 per kg," ujarnya. Padahal, daun tembakau rajangan kualitas paling rendah atau kualitas A, tahun lalu bisa terjual Rp 12.500 hingga Rp 15.000 per kg.
Kepala Seksi Produksi Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Temanggung Joko Budiharjo mengatakan, kondisi daun yang menguning ini disebabkan tingginya intensitas hujan di dua bulan pertama musim tanam. "Hujan lebat setiap hari ditambah angin kencang membuat akar tanaman kurang sehat sehingga kualitas daun yang dihasilkan buruk," ujarnya.
Hal ini, menurut dia, akan berpengaruh signifikan, dan membuat tidak tercapainya target produksi tembakau tahun ini. Namun, berkurangnya produksi ini, masih akan dianalisis lebih lanjut.
Dari data terakhir yang dihimpun Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Temanggung, data luasan tanam tembakau hingga 21 Juli lalu, telah mencapai 13.048,50 hektar, jauh melebihi target seluas 11.750 hektar. Namun, bertambahnya luasan ini dikhawatirkan tetap akan membuat target produksi 7.203 ton daun tembakau per hektar, tidak akan terpenuhi.
