GRESIK, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Gresik memrogramkan pembangunan keramik dan jalan lingkungan bagi 118 desa di 16 kecamatan yang telah lunas Pajak Bumi dan Bangunan selama dua tahun berturut-turut yakni tahun 2007 dan 2008.
Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Gresik, Yetty Sri Suparyati Minggu (26/7) menyatakan program itu akan mulai direalisasikan pada Agustus mendatang.
Yetty menyebutkan dari 18 kecamatan di Gresik hanya Kecamatan Driyorejo dan Ujungpangkah yang tidak mendapatkan program pengkeramikan dan perbaikan jalan lingkungan karena PBB-nya masih nunggak. Program pengkeramikan itu khusus diperuntukkan bagi warga mi skin yang selama ini lantai rumahnya belum berkeramik. Jumlah rumah yang dikeramik di tiap desa berbeda tergantung jumlah warga miskinnya.
Besar anggaran pengkeramikan itu Rp 5 juta setiap warga miskin, sedangkan anggaran untuk jalan lingkungan Rp 20 juta per desa. Dana itu bukan dialokasikan dari APBD, melainkan dari hasil pendapatan pajak. "Selama dua tahun pendapatan pajak PBB di Gresik telah melebihi terget yang telah ditentukan, yakni pada 2007 mencapai 103 persen, dan 2008 mencapai 108 persen dari target. Dananya dikembalikan lagi ke masyarakat untuk program pengkeramikan dan jalan lingkungan," kata Yetty.
Dia menjelaskan yang berhak menentukan apakah warga itu mendapat program pengkeramikan lantai rumahnya apa tidak, adalah masing-masing kepala desa. Kepala desa dianggap paling tahu tentang jumlah warga miskin yang ada di desanya. Setelah mendapat usulan dari Kades, bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendapatan mensurvei ke lokasi.
Pengerjaan pengkeramikan lantai rumah warga dan pembangunan jalan lingkungan semuanya diserahkan kepada masing-masing desa. Program itu diharapkan dapat memotovasi desa lain yang selama ini pajaknya selalu nunggak. Program itu juga berlaku di kelurahaan yang dua tahun berturut-turut lunas PBB.
