Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 13:44 WIB
Belajar Agrobisnis Stroberi ke Bandung
Josephus Primus | Selasa, 28 Juli 2009 | 02:12 WIB
|
Share:

BANTAENG, KOMPAS.com - Setelah belajar bercocok tanam apel di Batu, Jawa Timur, sebanyak sembilan orang petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Muntea, Desa Bontolojong, Kabupaten Bantaeng, Sulsel, kini berlajar bercocok tanam stoberi di Bandung, Jawa Barat.
  
Para petani yang didampingi penyuluh, kepala desa, dan camat itu meninggalkan Bantaeng menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa (28/7) untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung, Jawa Barat.
   
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantaeng Suaib di Bantaeng, Senin, mengatakan, para petani akan melihat langsung cara pengembangan tanaman yang buahnya berbentuk hati tersebut.
   
Menurut dia, para petani akan berada di Desa Ciwidey, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung selama dua hari. Selama berada di kawasan agrowisata stroberi terbesar di Indonesia itu, Kelompok Tani Muntea juga akan menjalin kerja sama dengan Asosiasi Agribisnis Stroberi dan Wisata (Asgita) untuk menjamin ketersediaan bibit berkualitas serta teknologi budidaya dan pascapanennya.
   
Kerja sama juga akan dilakukan dengan Kelompok Tani Bunga, Mekar Sari Putra di Kabupaten Lembang, Jawa Barat. Ia berharap, melalui kerja sama tersebut, petani Muntea mendapat bekal yang baik untuk meningkatkan kemampuannya dalam pengembangan stroberi di Bantaeng.
   
Ia mengakui, para petani Muntea itu sudah memiliki pengalaman, namun masih kesulitan mengembangkannya sehingga sulit mengantisipasi animo masyarakat yang berdatangan dari berbagai daerah yang ingin melihat dan memetik buah stroberi. "Produksi buah yang dihasilkan dari sembilan petani tersebut belum mampu memenuhi keinginan masyarakat untuk memetik langsung. Karena itulah, kami berharap, setelah melakukan studi banding, petani Muntea memiliki pengalaman baru untuk pengembangan lebih lanjut," tuturnya.
   
Petani kita masih kewalahan menghadapi pengunjung yang semakin banyak. Karenanya diperlukan pengembangan lebih lanjut, tambah Suaib yang mengakui pihaknya sudah melakukan pembinaan bekerjasama Kelompok Tani Muntea untuk melakukan pengembangan dalam bentuk kapling.
   
Sedikitnya lima kapling segera dilakukan agar pengunjung tidak terfokus pada satu lokasi. Ini dimaksudkan agar pengunjung perkebunan stroberi bisa lebih memiliki ruang untuk menikmati buah merah yang banyak disukai orang tersebut.
   
Dia berharap, pengembangan stroberi bersama apel di Kecamatan Ulu Ere akan dapat memantapkan kawasan agrowisata di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

 

Sumber :
Ant