JAKARTA.KOMPAS.com — Bank Indonesia menegaskan tidak menjamin pengembalian semua dana perbankan yang tersangkut di perusahaan miliknya, Indonesische Overzeese Bank alias Bank Indover.
Deputi Gubernur BI Ardhayadi menuturkan, saat ini proses penghitungan aset Bank Indover masih terus berjalan. "Mudah-mudahan dengan adanya pemulihan global saat ini, harga surat berharga Bank Indover bisa lebih baik. Jadi, ekuitasnya ikut naik," ujarnya, Senin (27/7).
Ardhayadi menolak menyebutkan nilai uang perbankan lokal di Indover. Yang pasti, pembayaran klaim ke bank-bank sejauh ini belum terlaksana. "Pembayaran tahap pertama belum berlangsung. Setelah penghitungan nanti akan ada langkah yang dilakukan bersama kurator," tuturnya.
Dia menegaskan, uang bank yang tersangkut di Indover tak akan bisa kembali secara utuh. "Kalau bank yang sudah tutup begitu, pengembalian uang memang tidak bisa 100 persen," tutur Ardhayadi.
Beberapa bank sudah mengeluhkan lambatnya penyelesaian kewajiban Indover. Menurut pengadilan Belanda, kreditur Indover bisa mengajukan klaim hingga September 2009.
Seorang pengelola bank yang mengajukan klaim ke Bank Indover membisikkan, beberapa bank asing mulai tak sabar melihat kinerja kurator yang lelet. "Mereka berinisiatif agar klaim mereka bisa segera dibayar," tutur si bankir, Minggu.
Namun, bankir itu tak menyebut, apa upaya bank asing mempercepat pembayaran. Pembagian sisa aset Indover menurut jadwal baru berlangsung setelah pertemuan kreditur pada 5 November. (Ruisa Khoiriyah, Arthur Gideon/Kontan)
