KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Luar Biasa, Omzet Tempe Capai Rp 15 Triliun
Rabu, 29 Juli 2009 | 11:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jangan pernah memandang tempe dengan sebelah mata. Pasalnya, makanan yang kebanyakan dibuat oleh industri rumahan ini ternyata memiliki omzet tahunan yang mencengangkan. Sebagai bukti, saban tahun, nilai omzet tempe nasional mencapai Rp 15 triliun.

Omzet sebesar itu sesungguhnya hanya mengandalkan pasar lokal dengan penyebaran di pasar tradisional dan pasar swalayan. Pemasaran tempe dan tahu masih mendominasi pasar tradisional karena tidak tahan lama. Sehingga, dalam pemasarannya, perajin memilih untuk menjualnya secara langsung ke konsumen. Sedangkan di pasar swalayan, agar produk tersebut tahan lama dimasukkan ke lemari pendingin.

"Kami akan terus mencari terobosan agar produk tempe bisa masuk pasar internasional," ujar Ketua Umum Induk Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Inkopti) Sutaryo, di sela-sela simposium jagung kedelai di Gedung Kadin, Rabu (29/7).

Untuk memperbesar pasar, Inkopti akan membidik beberapa pasar potensial yang memiliki karakter masyarakat sama seperti Indonesia, seperti Malaysia, Brunei, Thailand, Filipina dan lain-lain. Inkopti akan terus mendorong perajinnya untuk memberikan dorongan kepada pelaku perajin tempe dan tahu dalam memproduksi dengan cara yang lebih inovatif dan berkualitas agar bisa bertahan lama. "Kami juga butuh bantuan dari perbankan untuk permodalan bagi perajin," ujarnya.

Dari catatan Inkopti, saat ini setidaknya ada 115.000 perajin tahu dan tempe di Indonesia. Sekitar 40.000 di antaranya merupakan anggota Inkopti yang terdiri dari berbagai wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Lampung, Palembang, Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Bali. (Epung Saepudin/Kontan)

Sumber :KONTAN Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.