Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 13:57 WIB
Asing Borong Saham
Reinhard Marulitua N | Jumat, 31 Juli 2009 | 07:52 WIB
|
Share:

 

JAKARTA,KOMPAS.com  Indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia naik tajam menyusul aksi beli besar-besaran oleh investor dan pedagang saham. Investor asing masih terus mencatatkan pembelian bersih seiring dengan tingginya ekspektasi terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pada perdagangan saham, Kamis (30/7), Indeks Harga Saham Gabungan melonjak hingga 72,32 poin atau 3,25 persen ke level 2.298,13. Adapun Indeks LQ45 naik 14,81 poin atau 3,4 persen ke level 450,9 dan Indeks Kompas100 naik 18,45 poin atau 3,39 persen menjadi 561,5.

Posisi ketiga indeks harga saham utama di BEI ini merupakan yang tertinggi sejak Juli 2008. Penguatan indeks di BEI ini juga merupakan kenaikan yang tertinggi di bursa regional yang kemarin mayoritas ditutup positif.

Beberapa bursa regional yang ditutup menguat, yaitu bursa Jepang naik 0,51 persen dan bursa Hongkong naik 0,49 persen. Bursa China yang sebelumnya anjlok hingga 5 persen, kemarin menguat 1,69 persen.

Pada perdagangan kemarin, investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 1,13 triliun, sedangkan bila dihitung sejak Senin lalu mencapai Rp 2,3 triliun.

Pembelian besar-besaran itu dilakukan investor asing seiring dengan ekspektasi pelaku pasar terhadap inflasi Juli 2009 yang lebih rendah daripada bulan sebulannya, yaitu di bawah 0,6 persen.

Pelaku pasar juga memperkirakan, seiring dengan laju inflasi yang diperkirakan rendah dan akan diumumkan pada awal Agustus, Bank Indonesia akan kembali menurunkan tingkat suku bunga acuan.

Tingginya minat beli asing terhadap saham-saham di BEI sepekan terakhir juga dipengaruhi oleh laporan kinerja emiten pada semester I-2009 yang secara umum cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh krisis global terhadap perusahaan-perusahaan terbuka di Indonesia kian tidak terasa sehingga sahamnya layak diakumulasi.

Sejumlah emiten kemarin mengumumkan kinerja keuangan selama enam bulan terakhir. Perusahaan di sektor energi, PT Elnusa Tbk, misalnya, mencatat laba bersih semester I-2009 sebesar Rp 465,597 miliar atau naik 445 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Emiten lainnya yang mencatatkan peningkatan laba signifikan, antara lain PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk sebesar 124 persen dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebesar 51,8 persen.

Selain kinerja emiten yang cukup baik, menguatnya saham-saham Kelompok Usaha Bakrie ikut mendorong. Pada perdagangan kemarin, transaksi saham-saham Kelompok Usaha Bakrie mencapai 48 persen dari total nilai transaksi di BEI yang tercatat lebih dari Rp 7 triliun.

Saham PT Bumi Resources Tbk yang naik Rp 225 menjadi Rp 2.425, misalnya, menguasai nilai transaksi Rp 2,1 triliun.