KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Akhir 2009, China Diprediksi Gantikan Posisi Jepang
Minggu, 2 Agustus 2009 | 13:34 WIB
SHUTTERSTOCK

JAKARTA, KOMPAS.com — Geliat ekonomi China mulai mengancam Jepang dan Amerika Serikat sebagai pemegang kekuatan ekonomi pertama dan kedua di dunia.

"Defisit anggaran AS tahun ini melampaui 1,8 triliun dollar AS. Diperkirakan China mewakili 83 persen dari seluruh defisit perdagangan AS dalam produk nonminyak," kata ekonom Indonesian Economic Intelligence (IEI), Syamsul Hadi, di kantor IEI Jakarta, Minggu (2/8).

Menurut Syamsul, yang juga mengajar politik ekonomi global di FISIP Universitas Indonesia, AS mulai menekan pergerakan ekonomi China. Caranya adalah mendesak China untuk mendevaluasi yuan, mata uang China, sebagaimana pernah dilakukan Amerika pada yen, mata uang Jepang, di tahun 1980-an.

"China menyikapi tekanan AS dengan menyuarakan perlunya mata uang alternatif dunia selain dollar AS," ucap Syamsul.

Kemajuan ekonomi China, lanjutnya, merupakan hasil China memanfaatkan peluang pasar bebas. China menggempur pasar internasional dengan barangnya yang murah. "Amerika sebagai pelopor pasar bebas malah keteteran menghadapi barang China," papar Syamsul.

Tahun 2008 GDP China 4,42 triliun dollar AS, sedangkan Jepang 4,68 triliun dollar AS. "Akhir tahun 2009 China diperkirakan menggeser Jepang sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Ini lebih cepat dari yang diperkirakan semula yakni 2018," ucap Syamsul. 

Penulis: ONE   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.