Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 14:08 WIB
Kemiskinan Turun, Presiden Ucapkan Terima Kasih
Suhartono | Senin, 3 Agustus 2009 | 09:56 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/FIKRIA HIDAYAT
Paidjan, bersantai di depan rumahnya di Duun Jajar, Desa Puru RT15 RW5, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (29/4). Bapak tiga anak ini salah seorang dari 400 kepala keluarga yang hidup di dusun yang menjadi kantung kemiskinan di Trenggalek. Ketiga anaknya sudah merantau ke luar Jawa untuk menyambung hidup. Hampir 75 persen warga setempat juga biasa merantau ke luar Jawa dan menjadi tenaga kerja Indonesia di Malaysia dan Arab Saudi.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemerintah daerah. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir, yakni 2007-2008, seluruh provinsi mampu menurunkan tingkat kemiskinannya.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Presiden dalam pidato pengantar pemerintah atas RAPBN 2010 beserta nota keuangannya di depan Rapat Paripurna Luar Biasa DPR yang salinannya diterima Kompas pagi ini.

"Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah karena pada tahun 2007-2008 seluruh provinsi telah mampu menurunkan tingkat kemiskinannya," ujarnya.

Dikatakan Presiden, besarnya turunnya tingkat kemiskinan yang terjadi memang berbeda-beda. "Persentase penurunan tertinggi terjadi di Papua Barat dan Papua dengan persentase penurunan mencapai sekitar empat persen." tambahnya.

Menurut Presiden, tingkat pengangguran juga menurun di 31 provinsi dari 33 provinsi di Tanah Air selama dua tahun terakhir. Penurunan tingkat pengangguran tertinggi terjadi di Sulawesi Tengah.

Dalam pengamatan Presiden, daerah lah yang menjadi ujung tombak untuk meningkatkan kemakmuran rakyat. "Saya sering mengatakan bila daerah-daerah maju dan sejahtera maka negara pasti berjaya," tegasnya.

Lebih jauh disampaikan, transfer dana APBN ke daerah dalam lima tahun terakhir meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sebelumnya Rp 150,5 triliun tahun 2005 menjadi Rp 309,8 triliun pada RAPBN tahun depan atau meningkat rata-rata sebesar 19,8 persen per tahun.