GRESIK, KOMPAS.com - Sebagai bentuk protes terhadap pemasangan pipa gas PT Petrokimia Gresik, warga Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru, Griya Kembangan Asri dan Darusaadah Senin (3/8) menggelar tabur bunga di sepanjang pipa yang melintasi permukiman warga. Mereka berharap pipa tidak meledak, kalaupun meledak warga yang menolak tidak jadi korban. Selain itu warga juga menggelar aksi teaterikal di lokasi pemasangan pipa gas tepat di perempatan Jalan Tambang dan Jalan Jawa.
Dalam aksi itu digambarkan iblis bernama H2S sebagai gambaran perusahaan PT Petrokimia Gresik, dikawal tukang ronda menggambarkan polisi. Ini sindirian, kenapa polisi kok menjaga iblis. Ini juga bentuk ungkapan matinya demokrasi dan suara warga sudah tid ak dipedulikan lagi, kata Koordinator Aksi Choirul Anam.
Peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam, membawa miniatur keranda mayat yang dibakar di lokasi galian pipa gas. Pipa gas sepanjang 4,7 kilometer membentang dari sumur minyak Lengowangi1 Desa Suci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik hingga fasilitas prod uksi PT Petrokimia Gresik.
Para pengunjuk rasa kali ini membawa puluhan poster sebagai sikap proptes, diantara berbunyi bom waktu sudah ditaman, pipa gas syarat dengan 86, dan stop premanisasi berseragam . Aksi sengaja dilakukan sore hari karena sebagian warga yang bekerja sudah pulang sehingga bisa mengikuti aksi teaterikal dan tabur bunga.
Menurut Anam, Petro telah bertindak diskriminatif dan mengabaikan keselamantan warga. Pipa gas berbahaya dianggap hal yang biasa penguasa. Dalam pekan ini warga akan mengajukan gugatan class action ke Pengadilan Negeri Gresik dengan tergugat PT Petrokimia , Pemerintah Kabupaten Gresik, Kepolisian Resor Gresik, dan BUMD Gresik PT Gresik Migas.
Warga sudah beberapa kali protes tetapi tidak mendapatkan tanggapan. Bahkan Lumbung Informasi Rakyat pun mengirim surat ke presiden dan 22 instansi/orang/abbadan lainnya. Surat itu juga ditembuskan kepada Tuhan sebagai bentuk uangkapan kejengkelan. "Pemasangan pipa gas membuat warga ketakutan pipa meledak sewaktu-waktu," kata Anam.
