Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:57 WIB
Harga Gula Pasir Terlalu Tinggi
Amanda Putri Nugrahanti | Sabtu, 8 Agustus 2009 | 03:48 WIB
|
Share:

SEMARANG, KOMPAS -  Harga gula pasir di pasaran dirasa terlalu tinggi. Harga terus naik sejak awal 2009 dari Rp 6.700 per kilogram hingga kini mencapai Rp 8.300 per kilogram. Harga gula yang masih tinggi ba hkan di saat musim giling harus dipertanyakan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Ihwan Sudrajat mengungkapkan hal itu ketika dihubungi di Boyolali, Jumat (7/8). Ini sudah terlalu tinggi. Logikanya, jika musim giling, harga seharusnya turun, tetapi ini tetap tinggi, katanya.

Ihwan mengatakan, Gubernur Jateng Bibit Waluyo telah mengirim surat ke PT Perkebunan Nusantara IX, meminta PTPN IX menyikapi tingginya harga gula tersebut. Gubernur mengkhawatirkan harga gula akan terus naik menjelang bulan puasa dan hari raya Lebaran.

Harga gula dunia memang tinggi, tetapi kalau gula dalam negeri juga ikut tinggi sementara stok melimpah, petani juga yang dirugikan. Apalagi jika menteri perdagangan merealisasikan impor gula untuk mengendalikan harga gula, ungkap Ihwan.

Stok gula pasir di Jateng mencapai angka 53.000 ton sementara kebutuhan gula pasir di Jateng 30.000 ton per bulan. Ihwan meminta PTPN IX dan juga Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) lebih bijaksana dalam menentukan harga gula.