KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
BI Panggil Bank Swasta yang Malas Salurkan Kredit
Minggu, 9 Agustus 2009 | 09:03 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Sikap bank swasta (asing dan campuran) yang cenderung membatasi diri dalam penyaluran kredit serta masih menawarkan bunga dana yang masih tinggi  ternyata mendapat perhatian serius Bank Indonesia.

"Tiga hari lalu kami panggil beberapa bank swasta yang pertumbuhan bunga dananya masih tinggi serta penyaluran kreditnya tergolong rendah," kata
Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad pada diskusi 'Pasar Saham
Pulih, Saatnya Perusahaan BUMN Berkiprah" di Bandung, Jawa Barat, Sabtu
(8/8).

Data BI, hingga Juli (year to date/ytd) kredit tumbuh 2 persen atau sekitar Rp 27,7 triliun. Bank BUMN dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dinilai lebih agresif menyalurkan kredit dibandingkan bank swasta baik bank asing maupun campuran.
Bank BUMN (pemerintah) per Juni 2009 telah menyalurkan kredit Rp 41,2 triliun
dan Bank BPD sebesar Rp 14,7 triliun.

"Kita terus memantau bank-bank. Dan jujur saja teman-teman di bank stres karena BI agak aktif memonitor perkembangan dari waktu ke waktu," kata Muliaman.

Menurut dia, penurunan bunga dana, penyaluran kredit, dan penurunan bunga kredit memiliki kaitan erat. Kalau bunga dana mahal maka bunga kredit juga besar. "Kalau ada agency problem seperti itu maka cara-cara yang diperlukan tidak hanya persuasif dan yang lebih dari sikap persuasif perlu dilakukan. Bank harusnya tidak perlu mengambil manfaat besar dari situasi seperti ini," papar Muliaman.

Dia mengakui penurunan BI Rate ke level 6,5 persen belum berpengaruh signifikan
terhadap penurunan bunga kredit yang sepadan. "Ini menjadi perhatian masyarakat. Kami sudah sering membicarakan ini kenapa terjadi. Dan kita terus mencari cara keluar tanpa merusak tatanan koridor yang ada," papar Muliaman.

Penulis: ACO   |     |   Sumber : Persda Network Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.