Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 16:07 WIB
Harga Gula Pasir Naik
Yoga Putra | Senin, 10 Agustus 2009 | 16:00 WIB
|
Share:

KULON PROGO, KOMPAS.com - Mendekati bulan puasa, sekitar tengah Agustus ini, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Kulon Progo bergerak naik. Lonjakan harga yang paling tinggi terjadi pada komoditas gula pasir, yakni dari Rp 7.500 menjadi Rp 8.200 per kilogram.

Menurut sejumlah pedagang di Pasar Sentolo dan Wates, Senin (10/8), kenaikan harga gula terjadi sejak akhir pekan lalu. Tugiyem (35), pedagang di Pasar Wates, mengatakan harga sudah naik dari distributor. Ia mengaku tidak tahu apa penyebab kenaikan harga karena stok sejauh ini lancar.

Selain gula pasir, harga bawang putih juga naik dari Rp 8.000 ke kisaran Rp 12.000 per kilogram, minyak goreng sawit curah dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram, dan kentang dari Rp 5.000 naik jadi Rp 6.500 per kilogram.

Sementara itu, harga kebutuhan pokok lain relatif stabil tapi tetap berpeluang naik. Harga beras jenis C4 masih Rp 4.500 per kilogram, tepung terigu Rp 7.000 per kilogram, daging ayam Rp 21.000 per kilogram, daging sapi Rp 64.000 per kilogram, dan telur Rp 13.000 per kilogram.

"Harga biasanya naik tiga hari menjelang bulan puasa dan akan naik lagi saat mendekati hari raya Idul Fitri. Besar kenaikan umumnya sampai 30 persen," ujar Tarmi (45), salah seorang pedagang kelontong di Pasar Wates.

Harga sayur-sayuran diperkirakan juga akan naik dalam waktu dekat. Puasa yang bersamaan dengan musim kemarau akan memicu kenaikan permintaan yang tidak bisa diimbangi dengan kecukupan suplai dari petani.

Ny Harjono (50), pedagang di Pasar Sentolo, mengatakan Saat ini harga sayur dan bumbu rata-rata masih stabil. Kol dijual Rp sekitar 2.000 per kilogram, wortel Rp 4.500 per kilogram, cabai merah keriting Rp 7.500 per kilogram, dan bawang merah Rp 8.500 per kilogram.

Beberapa orang konsumen di pasar mengatakan bisa maklum dengan kenaikan harga menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri karena rutin terjadi setiap tahun. Hanya saja, mereka berharap kenaikan harga bisa dikendali kan sehingga tidak sampai memberatkan. Pemerintah juga diharapkan menggelar kembali operasi pasar untuk beberapa jenis kebutuhan pokok.

"Operasi pasar minyak goreng, gula, dan beras, penting buat ibu rumah tangga dari keluarga miskin seperti saya. Kami tentu tidak kuat menghadapi kenaikan harga tiap hari, sementara pendapatan kami tetap," kata Martini (40), warga Dusun Mutihan, Desa Wates.

Konsumen juga mengharapkan ketersediaan stok bahan bakar gas elpiji. Mereka khawatir stok gas, terutama untuk tabung ukuran tiga kilogram, akan langka. Jika demikian, tidak ada pilihan lain bagi warga selain menggunakan kayu bakar atau arang. Harga minyak tanah nonsubsidi sudah tidak terjangkau lagi oleh warga miskin.