Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 19:29 WIB
Siap-siap Buka Service Center, BlackBerry Evaluasi Internal
| Rabu, 12 Agustus 2009 | 09:50 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pemakai ponsel BlackBerry di sini boleh tenang. Research In Motion (RIM), produsen BlackBerry asal Kanada, sudah memenuhi janjinya segera membuka layanan purnajual ponsel pintar tersebut di Indonesia.

Kepada Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), RIM terus melaporkan perkembangan persiapan pembukaan layanan purnajual BlackBerry di Indonesia. Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan, melalui surat tanggal 31 Juli 2009, RIM mengungkapkan bahwa mereka sudah melaksanakan pemilihan lokasi service centre, sewa tempat, dan kontrak legal dengan mitra lokalnya.

Kemudian, RIM juga akan melakukan evaluasi internal terhadap operasi service centre BlackBerry pada 17 Agustus nanti. "Itu target deadline RIM untuk melakukan semacam gladi bersih sebelum ada evaluasi oleh Depkominfo," kata Gatot, Selasa (11/8).

Sesuai kesepakatannya dengan Depkominfo, RIM harus menyampaikan progress report pembukaan service centre setidaknya dua minggu sebelum deadline pada 21 Agustus. Namun, RIM, kata Gatot, belum memberikan rincian lokasi service centre itu. "Kita lihat saja pada saat pembukaannya nanti," imbuh Gatot.

Sementara itu, manajemen RIM, melalui surat elektronik kepada KONTAN, mengungkapkan, pembangunan pusat pelayanan pelanggan BlackBerry di Indonesia sudah berjalan sesuai dengan rencana yang telah mereka susun. "Kami senang segala persiapan berjalan lancar," ungkap RIM dalam pernyataannya.

Sementara itu, layanan pelanggan milik BlackBerry belum beroperasi, pembeli BlackBerry dari Telkomsel bisa memanfaatkan layanan purnajual Mobilife. Telkomsel sudah membuka pusat layanan pelanggan itu sejak pekan ini.

Vice President Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo mengungkapkan, meski Telkomsel mendapat dukungan RIM, layanan Mobilife merupakan inisiatif Telkomsel. "Ini untuk meningkatkan daya saing dengan operator BlackBerry lain di Indonesia," cetus Gideon. (Nadia Citra Surya/Kontan)

Sumber :
KONTAN