BANDUNG, KOMPAS.com - Perusahaan operator jalan tol Jasa Marga memperkirakan tarif jalan tol di 11 ruas tol seluruh Indonesia naik hingga 15 persen dalam waktu dekat ini. "Kenaikan 15 persen itu merujuk pada kisaran inflasi ekonomi sejak 2 tahun lalu. Tarif yang ada akan sama dengan data dari Badan Pusat Statistik," ujar Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Tbk, Oke Nerlina kepada wartawan di Bandung, Rabu (12/8).
Menurutnya, kenaikan di sebelas ruas jalan tol tersebut merujuk pada tarif tol awal dan penyesuaian tarif berdasarkan pada UU No.38/2004 pasal 48 dan PP No.15/2005 pasal 66-68 bahwa kenaikan itu dilakukan setiap dua tahun sekali. "Kami belum bisa memastikan apakah akhir Agustus ini kami jadi untuk menaikkan tarif atau tidak," kata Oke.
Dia menambahkan, tidak akan ada perbedaan data tarif. Walaupun ada persinggungan tarif, kemungkinan Jasa Marga dan BPS akan membulatkan mengerucut ke atas ataupun ke bawah. "Tarifnya kemungkinan akan dibulatkan. Itu pun tentu dibulatkan berdasarkan perhitungan jelas, kebijakan kenaikan tarif tersebut bisa saja lebih cepat dari yang dijadwalkan," papar Oke.
Hal tersebut, lanjut Oke, tergantung dari kebijakan pemerintah dalam hal ini Menteri Pekerjaan Umum (PU). "Kebijakan itu bisa lebih cepat atau juga sebaliknya (diundur) tergantung kebijakan menteri," jelasnya.
Disinggung soal kemungkinan percepatan kenaikan tarif sesuai dengan datangnya bulan Ramadhan, Oke menegaskan, jangan menghubungkan kenaikan tarif tersebut dengan bulan Ramadhan, karena kebijakan kenaikan tersebut sesuai keputusan pemerintah.
Hal yang sama juga ditekan oleh Oke dengan kebiasaan yang ada di masyarakat ketika tarif angkutan naik. Dia menilai, dengan kenaikan tarif tol nanti, jangan dijadikan alasan untuk kenaikan harga barang dan jasa. "Soalnya dampak dari kenaikan tarif tol tersebut sangat kecil. Dampak tarif kepada jasa angkutan hanya 0,2 persen," ungkap Oke.
Sementara itu, sebelas ruas yang akan naik tarif itu Jagorawi, Jakarta-Tangerang, tol dalam kota Jakarta, Pondok Aren Ulujami, Padalarang-Cileunyi, Cipularang, Palimanan-Kanci, Belmera, Semarang, Surabaya-Gempol, dan Jakarta outside ringroad.


