Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Februari 2012 | 16:31 WIB
Dipakai Buat Main Saham, Rupiah Menguat
Erlangga Djumena | Kamis, 13 Agustus 2009 | 16:39 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Staf perusahaan penukaran uang di kawasan Kwitang, Jakarta, menghitung lembaran dollar AS.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis (13/8) sore, naik 25 basis poin menjadi Rp 9.925-Rp 9.935 dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.945-Rp 9.960 per dollar AS karena pelaku pasar mulai membeli rupiah untuk bermain saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, Kamis, mengatakan, kenaikan rupiah itu terutama disebabkan aktifnya pelaku asing bermain saham di BEI. "Pelaku asing melepas dolarnya ditukar dengan rupiah untuk membeli saham yang mengakibatkan indeks BEI pada sesi pagi menguat 2,13 persen," katanya.

Rupiah, menurut dia, masih berpeluang untuk menguat lagi pada hari berikut karena pelaku asing yang diikuti lokal cenderung aktif bermain di pasar. Situasi pasar yang positif ini terutama disebabkan membaiknya bursa regional mengikuti bursa dunia, setela Ketua bank sentral AS menyatakan, gejolak krisis keuangan dunia mulai mendekati kestabilan.

Kenaikan mata uang lokal itu, lanjut dia, diperkirakan tidak berlangsung lama karena pasar eksternal masih tak menentu, meski saat ini positif terhadap pasar uang domestik.
     
Menurut dia, aktifnya pelaku asing bermain di pasar saham dan uang menunjukkan bahwa mereka optimis ekonomi akan terus membaik yang didukung dengan berkurangnya tekanan krisis keuangan global. "Pertumbuhan ekonomi global mulai membaik yang diharapkan pada pertengahan 2010 nanti akan mendorong ekonomi nasional makin tumbuh dengan baik," ucapnya.

Kondisi ini, lanjut dia, akan memicu ekonomi dalam beberapa bulan kedepan akan semakin tumbuh yang pada gilirannya mencapai posisi Rp9.500 per dolar pada akhir tahun ini. "Kami optimis rupiah akan dapat mencapai angka tersebut hanya menunggu waktu saja untuk bisa ke arah sana, ujarnya.
     
Rupiah sebelumnya sempat menguat hingga mencaspai Rp 9.840 per dollar karena faktor positif dari eksternal terus mendukung, namun kemudian merosot, akibat aksi lepas untuk mencari untung. "Dengan makin aktifnya pelaku asing bermain di pasar, maka peluang rupiah untuk menguat hingga jauh dibawah angka Rp 9.900 per dollar kemungkinan bisa tercapai," ucapnya.

Sumber :
Antara