Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 11:44 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Paling Unggul di ASEAN
| Jumat, 14 Agustus 2009 | 20:42 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Pekerja memoles bagian mebel rotan untuk permintaan ekspor di pabrik PT Jaka Rotan di Desa Marikangen, Kecamatan Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (2/7). Permintaan mebel rotan dari luar negeri belakangan ini meningkat hingga 60 persen. Sejumlah pabrik di kawasan tersebut memproduksi mebel rotan untuk kebutuhan ekspor

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Inilah bukti jika Indonesia merupakan pasar yang besar dan pantas untuk dilirik para investor. Dari hasil pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN di Bangkok Thailand, Indonesia menduduki posisi teratas dalam transaksi perdagangan.

Angka yang diperoleh dari Departemen Perdagangan (Depdag) dari segi nominal, Indonesia mengalami kenaikan perdagangan 41,2 persen. Disusul oleh Vietnam dengan 28,5 persen, Brunei 21,6 persen, dan Thailand 20,1 persen.

Sayangnya, ekspor Indonesia masih bertekuk lutut di bawah Vietnam yang mencatat kenaikan ekspor 27,9 persen. Sedangkan ekspor Indonesia hanya 20,1 persen. Dari sisi Impor, Indonesia mencatat kenaikan tertinggi yakni 73,5 persen. Disusul Brunei 48,1 persen, Vietnam 29 persen, dan Thailand 26,9 persen.

“Kami melihat bahwa kenaikan impor Indonesia yang cukup tinggi disumbang oleh impor peralatan proyek pembangkit listrik yang memang cukup besar. Jadi kenaikan ini bukan karena didorong oleh konsumsi non-produktif,” jelas Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Dalam laporan Ketua Pejabat Ekonomi Senior ASEAN pada pertemuan AFTA Council, Jumat (13/8) kemarin, total perdagangan ASEAN pada tahun 2008 mencapai 1,71 triliun dollar AS, atau meningkat 6,2 persen dari tahun 2007, yang hanya 1,61 triliun dollar AS.

Total ekspor negara ASEAN mengalami peningkatan 2,3 persen, yakni dari 859,8 miliar dollar AS pada tahun 2007 menjadi 879,3 miliar dollar AS pada tahun 2008. Sedangkan total impor ASEAN mengalami peningkatan jauh lebih kuat yakni sebesar 10,7 persen dari 751 miliar dollar AS di 2007 menjadi 831,2 miliar dollar AS di 2008.

Hal lain yang menarik bahwa perdagangan sesama anggota ASEAN tumbuh 14 persen pada tahun 2008. Ini jauh melampaui pertumbuhan total perdagangan ASEAN pada tahun 2008 yang tercatat sebesar 6,2 persen. Perdagangan intra-ASEAN pada tahun lalu mengalami peningkatan dari 401,9 miliar dollar AS menjadi 458,1 miliar dollar AS. (Asnil Bambani Amri/Kontan)

Sumber :
KONTAN