Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 20:16 WIB
Kredit Perbankan Diperkirakan Tumbuh 20 Persen
Wahyu Satriani Ari Wulan | Rabu, 19 Agustus 2009 | 14:22 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Petugas menata uang di gudang penyimpanan uang cash Kantor BNI Pusat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, 10 Oktoer 2008.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Penurunan suku bunga pinjaman perbankan diperkirakan akan berjalan lambat dibandingkan penurunan suku bunga acuan (BI Rate). Kendati demikian, jumlah kredit akan meningkat tinggi pada tahun 2010, diperkirakan tumbuh di atas 20 persen.

"Penurunan suku bunga tidak akan agresif, tetapi dalam peningkatan jumlah kredit relatif lebih tinggi," kata Umar Juoro, Dewan Direktur Center for Information and Development Studies (CIDES). 

Menurut Umar, peningkatan jumlah kredit perbankan ini didorong oleh kondisi ekonomi global yang mulai membaik dan melakukan recovery. Juga karena manajemen perbankan yang mampu mengejar target pertumbuhan kreditnya.

Diperkirakan, kredit modal kerja, seperti sektor perdagangan, pertanian ataupun manufaktur akan mencapai pertumbuhan kredit yang tinggi di tahun depan. Selain itu, pengucuran kredit konsumsi, seperti Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), kartu kredit juga masih tetap tinggi seperti tahun sebelumnya.

"Perbankan juga melihat kondisi ekonomi yang mulai normal. Begitu normal, banyak orang mulai berani membuka usaha dan kredit modal kerja akan meningkat untuk menggerakkan perekonomian," tuturnya.

Umar menambahkan bunga pinjaman kecenderungannya akan menurun dan kredit akan tumbuh sekitar 15 persen pada akhir tahun 2009.