BOYOLALI, KOMPAS.com- Panitia Pengadaan Tanah Jalan Tol Solo-Ngawi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terpaksa menghentikan sementara pembebasan lahan yang terkena proyek akibat kekurangan dana. Hingga akhir 2009 masih dibutuhkan anggaran Rp 100 miliar untuk pembebasan lahan Tol Solo-Ngawi yang menjadi bagian Tol Trans-Jawa itu.
"Anggaran yang tersedia tinggal Rp 3 miliar. Kami tidak berani membebaskan lahan skala besar. Kami sudah meminta ke pemerintah pusat, tetapi masih menunggu APBN Perubahan," kata Wakil Ketua Panitia Pengadaan Tanah Jalan Tol Solo-Ngawi di Boyolali Djoko Triwiyatno, Rabu (19/8).
Proyek Jalan Tol Solo-Ngawi (Jawa Timur) sepanjang 32,9 kilometer yang 12,4 kilometer di antaranya di wilayah Boyolali, dananya menggunakan APBN. Tidak seperti Tol Semarang-Solo yang dibiayai investor.
Menurut dia, anggaran yang paling mendesak saat ini ialah Rp 35 miliar untuk pembebasan lahan di Desa Sindon dan Ngargorejo (Kecamatan Ngemplak), serta Desa Denggungan (Banyudono).
