Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sumut Setyo Purwadi, Jumat (21/8), mengatakan, kebutuhan bawang merah di Sumut yang mencapai sekitar 73.000 ton per tahun masih memerlukan pasokan dari daerah lain, yakni Kabupaten Brebes dan impor. Tahun ini Sumut diproyeksikan baru mampu memproduksi bawang merah sebanyak 25.552 ton.
Sementara itu, realisasi produksi bawang merah hingga Juli 2009 baru 15.827 ton. Jumlah itu jauh di bawah kebutuhan masyarakat yang hingga Juli mencapai 36.600 ton sehingga Sumut masih impor 20.773 ton bawang merah.
Kebutuhan gula pasir di Sumut yang mencapai 221.000 ton per tahun masih dipenuhi dari Pulau Jawa dan Provinsi Lampung. Produksi PTPN II sendiri hingga Juli 2009 diprediksikan baru 31.800 ton.
Di tingkat eceran, dua bulan terakhir, harga gula pasir meningkat hingga 20 persen. Jumat kemarin, harga eceran gula dilaporkan mencapai Rp 9.000 per kilogram. Pada Juli, BKP masih melaporkan harga Rp 8.600 per kilogram. Sebelumnya, harga dilaporkan Rp 7.500 per kilogram.
Adapun untuk kacang tanah, Sumut masih membutuhkan pasokan dari daerah lain. Hingga Juli 2009, produksi kacang tanah di Sumut mencapai 10.230 ton, sementara kebutuhannya mencapai 33.222 ton. Dengan demikian, hingga Juli 2009 ada 22.992 ton kacang tanah yang harus didatangkan dari luar Sumut.
Pantauan BKP juga menunjukkan, peningkatan harga barang selama 2009 paling tinggi terjadi pada harga bawang merah yang naik rata-rata 3,71 persen per bulan. Adapun gula pasir naik rata-rata 2,53 persen per bulan.
BKP menyatakan, kenaikan barang menjelang hari raya masih dalam ambang wajar jika antara 10 persen dan 15 persen.
