Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:03 WIB
Awas, Tarif Bus Ditulis Tangan!
Josephus Primus | Sabtu, 22 Agustus 2009 | 16:40 WIB
|
Share:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Bus nonekonomi memberlakukan tiket khusus Lebaran karena bus kelas ini tidak menerapkan tarif batas atas dan batas bawah seperti bus kelas ekonomi sejak H-7 hingga H+7 Lebaran.
    
"Tarif bus kelas nonekonomi diserahkan kepada pasar sehingga, untuk menjamin adanya tarif yang sesuai bagi calon penumpang, pihak perusahaan otobus menyediakan tiket khusus Lebaran," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Giwangan Yogyakarta Imanudin Azis di Yogyakarta, Sabtu (22/8).
    
Ia mengatakan, penumpang diharapkan jeli mencermati tiket yang diberikan awak bus sehingga uang yang dibayarkan sesuai dengan besaran tarif yang tercetak pada tiket.
    
Beberapa ciri tiket khusus bus nonekonomi selama Lebaran di antaranya terdapat tulisan yang menyebutkan tiket itu khusus untuk angkutan Lebaran, terdapat nama, alamat dan nomor telepon perusahaan otobus, asal dan tujuan trayek, jenis pelayanan angkutan, serta besaran tarif.    
    
"Kami sangat berharap pihak perusahaan otobus tidak lagi menuliskan besaran tarif dengan tulisan tangan, tetapi tulisan cetak," katanya.
    
Apabila masih ada perusahaan otobus yang menuliskan tarif pada tiket dengan tulisan tangan, Imanudin meminta agar tiket segera diganti. "Penumpang juga dapat mengadukan ke posko pengaduan apabila ada tarif tambahan selain tarif yang tertulis di tiket," katanya.
    
Sementara itu, khusus untuk bus kelas ekonomi akan diberlakukan tarif batas atas, yaitu Rp 139 per penumpang kilometer (km), dan Rp 86 per penumpang km yang berlaku untuk angkutan Lebaran di Jawa, Bali, dan Sumatera.
    
Mengenai kesiapan armada bus, ia mengatakan telah disiapkan sebanyak 899 bus antarkota antarprovinsi (AKAP), 928 bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan 400 bus perkotaan, serta 48 bus Trans-Jogja. Di samping itu, kata dia, masih ada bus cadangan dari bus pariwisata sebanyak 414 unit.
    
Selain kesiapan armada, kata dia, pihak Terminal Giwangan menyediakan posko kesehatan di ruang tunggu. Juga akan dilakukan cek kesehatan dan urine terhadap pengemudi bus yang akan membawa penumpang.
    
Ia memperkirakan, jumlah pemudik yang datang menggunakan bus pada 2009 akan berkurang sekitar tiga persen dibanding 2008, yakni menjadi sekitar 28.549 penumpang dari jumlah penumpang pada tahun sebelumnya sebanyak 29.430 orang.
    
Begitu pula dengan arus balik Lebaran, diprediksikan terjadi penurunan jumlah penumpang tiga persen, yakni dari 29.283 penumpang pada 2008 menjadi 28.405 penumpang pada 2009.

Sumber :
ANT