JAKARTA, KOMPAS.com — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan tidak berminat membeli gas dari kilang Donggi-Senoro karena harga gas di mulut sumur dinilai mahal, sebesar 6,16 dollar AS per meter kubik british thermal unit (MMBTU).
"Terlalu mahal sehingga kami belum mempertimbangkan untuk membeli," kata Dirut PGN Hendi P Santoso seusai acara Berbuka Puasa Direksi BUMN di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (28/8).
"Jika dibawa ke Pulau Jawa, harganya bisa menjadi 12-13 dollar AS per meter kubik. Ini artinya sama dengan harga solar," ungkapnya.
Hendi berpendapat, harga yang ditawarkan Senoro masih tinggi sehingga pihaknya akan kesulitan menjual gas tersebut kepada calon pelanggan. Ia membandingkan, harga jual gas yang dijual PGN saat ini hanya 5,6 dollar AS per meter kubik.

