Jakarta, Kompas -
Demikian dikatakan Ketua Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sonny Harry B Harmadi di Jakarta, Jumat (28/8).
Rokok yang dijual murah, bahkan dapat dibeli secara eceran, membawa dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Lebih dari 70.000 artikel ilmiah menyimpulkan bahwa konsumsi rokok akan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung, stroke, paru, serta berbagai kanker, misalnya kanker mulut, tenggorokan, kandung kemih, bibir, pipi, lidah, pankreas, esofagus, dan leher rahim.
”Ke depan, Indonesia akan menghadapi penyakit-penyakit tidak menular seperti ini,” kata Yusharmen, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan.
Konsultan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Sarah Barber menilai, rumitnya persoalan cukai tembakau akan mengganjal upaya pembangunan kesehatan.
Suahasil Nazara, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi UI, menegaskan kaitan kuat antara kesehatan masyarakat dan kesehatan ekonomi. Masyarakat yang sehat akan mampu menjadi agen ekonomi yang kuat.

