Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 15:48 WIB
Cukai Rokok Dinaikkan, Berpengaruh ke Kesehatan
| Senin, 31 Agustus 2009 | 03:32 WIB
|
Share:

Jakarta, Kompas - Kenaikan cukai rokok memang tidak serta-merta menghentikan kebiasaan para perokok dewasa, tetapi hal itu bisa efektif untuk menghentikan perokok pemula. Karena itu, kenaikan cukai rokok akan berpengaruh pada kesehatan masyarakat.

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sonny Harry B Harmadi di Jakarta, Jumat (28/8).

Rokok yang dijual murah, bahkan dapat dibeli secara eceran, membawa dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Lebih dari 70.000 artikel ilmiah menyimpulkan bahwa konsumsi rokok akan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung, stroke, paru, serta berbagai kanker, misalnya kanker mulut, tenggorokan, kandung kemih, bibir, pipi, lidah, pankreas, esofagus, dan leher rahim.

”Ke depan, Indonesia akan menghadapi penyakit-penyakit tidak menular seperti ini,” kata Yusharmen, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan.

Konsultan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Sarah Barber menilai, rumitnya persoalan cukai tembakau akan mengganjal upaya pembangunan kesehatan.

Suahasil Nazara, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi UI, menegaskan kaitan kuat antara kesehatan masyarakat dan kesehatan ekonomi. Masyarakat yang sehat akan mampu menjadi agen ekonomi yang kuat. (LOK)