Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:12 WIB
Laba Bersih Indofood Turun 1,14 Persen
| Senin, 31 Agustus 2009 | 11:27 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Krisis ternyata menerpa emiten mi instant, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Sepanjang semester pertama 2009 lalu, pendapatan perusahaan makanan dan pengolah sawit ini turun 3,7 persen ketimbang torehan setahun lalu menjadi Rp 18,22 triliun.

Dalam siaran pers yang terbit hari ini (31/8), INDF mengatakan penurunan pendapatan ini dikarenakan anjloknya harga minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO). Adapun kontribusi grup agribisnis turun menjadi 19 persen, dari total pendapatan Rp 3,46 triliun. Padahal, tahun lalu, kontribusi pendapatan agribisnis induk usaha PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan Indofood Agri Resources Ltd mencapai 28 persen.

Di sisi lain, penjualan segmen usaha produk konsumen bermerek seperti mi instan, dairy, penyedap makanan, makanan ringan serta nutrisi dan makanan khusus meningkat. Selama semester pertama 2009, produk konsumen ini memberikan kontribusi 43 persen terhadap penjualan, atau sebesar Rp 7,83 triliun. Sekadar pembanding, tahun lalu, segmen ini hanya memberikan kontribusi sebesar 30 persen dari total pendapatan INDF.

Laba kotor INDF dalam enam bulan pertama tahun ini turun 2,5 persen menjadi Rp 4,86 triliun. Sementara, beban bunga INDF naik 57,17 persen menjadi Rp 800,65 miliar ketimbang tahun sebelumnya, yaitu Rp 509,43 miliar.

Untungnya, INDF membukukan peningkatan laba kurs lebih dari 20 kali menjadi Rp 345,16 ketimbang tahun lalu, yang hanya Rp 16,66 miliar.

Pada periode itu, laba bersih INDF turun 1,14 persen menjadi Rp 799,74 miliar. Sekadar catatan, INDF mencatatkan laba bersih Rp 811,19 miliar pada semester pertama 2008.  (Wahyu Tri Rahmawati/Kontan)

Sumber :
KONTAN