Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 15:54 WIB
RI Impor 100.000 Ton Bahan Baku Pupuk
Leo Sunu | Senin, 31 Agustus 2009 | 13:31 WIB
|
Share:

KOMPAS/BANU ASTONO
Pekerja di pabrik pupuk Petroganik di Cijambe, Subang, Jawa Barat, memproses kotoran sapi menjadi pupuk petroganik, Jumat (21/8). Pupuk organik bersubsidi produk usaha kecil dan menengah atas lisensi PT Petrokimia Gresik itu dijual oleh Petrokimia Gresik Rp 500 per kilogram.

TERKAIT:

Penuhi Bahan Baku Pupuk, RI Impor 100.000 Ton Posfat Maroko

 

JAKARTA,KOMPAS.com - Guna memenuhi kebutuhan bahan baku pupuk nasional, pemerintah RI menyepakati kerjasama untuk mengimpor Posfat Rock dari Maroko.

Kesepakatan ini disampaikan oleh Menteri Pertanian RI Anton Apriantono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin ( 31/8 ), usai kunjungan kerja Departemen Pertanian ke Maroko, Tunisia, dan Jordania. Turut serta dalam kunjungan tersebut, pihak swasta yang terdiri dari perusahaan pupuk nasional yakni Pusri, Pupuk Kaltim, dan Pupuk Gresik.

Menurut Anton, Maroko akan menjadi suplier utama Indonesia untuk kebutuhan Posfat Rock yang merupakan bahan baku utama pupuk organik dan pupuk NPK. "Ini penting karena di Indonesia sendiri akan semakin didorong penggunaan pupuk organik dan pupuk NPK untuk menggantikan pupuk tunggal," kata Anton.

Maroko selama ini dikenal memiliki cadangan kekayaan alam berupa posfat dalam jumlah yang sangat besar. Maroko merupakan pengekspor 40 persen untuk kebutuhan Posfat diseluruh dunia.

Pelaksanaan kerjasama impor tersebut, menurut Anton pada pelaksanaannya akan dilakukan antar sektor swasta kedua negara. Dari pihak Indonesia, kerjasama disepakati untuk diwakili oleh PT Pupuk Kaltim. Sementara pengekspor dari Maroko adalah perusahaan Office Cherifien Des Phosphate (OCP), produsen posfat dan asam posfat Maroko. Pertemuan kedua pihak menyepakati kerjasama untuk pengadaan posfat sebagai bahan baku pupuk di Indonesia dengan harga yang wajar.

Pihak Pupuk Kaltim sebagai salah satu produsen pupuk nasional, disebutkan sepakat untuk membeli 100.000 ton posfat dari OCP. "Masalah detail teknisnya kami serahkan pada pihak Pupuk Kaltim untuk dibicarakan lebih lanjut," ujar Anton.

Menurutnya kerjasama antar kedua pihak ini sangat penting untuk merealisasikan peningkatan produksi dan kualitas pupuk nasional. Terutama menjelang perubahan iklim akhir-akhir ini yang bisa memberikan dampak buruk bagi pertanian dan implikasinya terhadap ketahanan pangan nasional. "Karena kita ingin suplai untuk bahan pupuk ini tersedia. Kebutuhan posfat untuk bahan pupuk ini harus selalu ada," tukasnya.

Selain menyepakati untuk mengimpor Posfat, Pemerintah RI juga melakukan sejumlah kerjasama dengan pemerintah Maroko. Antara lain kerjasama di bidang ketahanan pangan, penelitian dan transfer teknologi, serta preserve gen tanaman. Disepakati juga adanya penandatanganan nota kesepakatan untuk pertukaran para tenaga ahli dan peneliti dalam program selama tiga tahun. "Kerjasama ini akan melakukan penelitian tentang pengaruh perubahan iklim terhadap produksi pertanian, serta penelitian tentang efektivitas penggunaan posfat untuk tanaman," tandas Anton.