KEDIRI, KOMPAS.com - Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (31/8) menggelar razia daging sapi dan daging ayam gelonggongan di pasar Pamenang, Kecamatan Pare. Razia dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran daging tidak layak konsumsi.
Sedikitnya enam pedagang daging sapi dan seorang pedagang daging ayam diperiksa barang dagangannya. Petugas dari dinas juga memeriksa kandungan PH dalam setiap daging yang dijual ke konsumen tersebut.
Petugas sempat menemukan sejumlah daging yang dicurigai tidak layak konsumsi. Namun, mereka tidak gegabah memutuskan sebelum melakukan tes laboratorium. Oleh karena itu, pada saat razia kemarin, petugas hanya mengambil sampel daging yang dicurigai tersebut untuk diperiksa lebih lanjut.
Staf Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri Tutik mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi daging yang dijual di pasar masih layak konsumsi.
Sejauh ini belum ditemukan adanya daging sapi gelonggongan yang dijual di pasar terbesar di Kabupaten Kediri tersebut. Daging ayam yang dijual juga cukup bagus, tidak ditemukan adanya kejanggalan.
Hasil pemeriksaan menggunakan alat menunjukkan PH terendah 5,4. Artinya, itu merupakan PH daging paling rendah yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. Di bawah itu, sudah tidak layak konsumsi.
"Dari pemeriksaan fisik, tekstur daging juga masih bagus, belum rusak. Namun, untuk memastikan daging benar-benar layak konsumsi, idealnya memang harus di uji di laboratorium," katanya.
Selain memeriksa kondisi barang dagangan yang dijual, petugas juga memeriksa kondisi tempat jualan pedagang. Sebagian mereka tempatnya sangat kotor dan jorok sehingga banyak didatangi lalat.
"Kami sudah memberikan imbauan dan perintah kepada pedagang yang tempat jualannya kotor, agar membersihkannya secara rutin setiap hari. Kami juga memerikan masukan bahwa tempat jualan itu harus steril," kata Tutik.
Mardiono (49) pedagang daging mengatakan pihaknya menyambut baik razia yang dilakukan petugas. Sebagai pedagang ia merasa resah dengan adanya ulah oknum yang menjual daging gelonggongan.
"Kalau saya tidak berani jual daging gelonggongan, resikonya terlalu besar. Daging kami di pasok oleh peternak dari daerah Pare dan sekitarnya. Pemotongannya juga melalui Rumah Potong Hewan," katanya.
Kabupaten Kediri merupakan sentra produsen sapi potong dan sapi perah di Jawa Timur. Populasi sapi di Kediri mencapai 90.674 ekor terdiri dari 84.242 ekor sapi potong dan 6.432 ekor sapi perah. Dari populasi tersebut sampai dengan Juli 2009 produksi daging sapi Kediri telah mencapai 17.292 ton.
Sejak awal bulan puasa, harga daging sapi di Kediri cukup stabil dikisaran Rp 58.000 sampai Rp 64.000 per kilogram (kg).

