Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:33 WIB
Batavia Air Operasikan Airbus A330-200
I Made Asdhiana | Senin, 31 Agustus 2009 | 23:25 WIB
|
Share:
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Airbus A330-200 Batavia Air di Hanggar Baravia Air, Bandara Soekarno-Hatta, Senin (31/8).
Foto:

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak lama lagi perusahaan penerbangan Batavia Air akan mengoperasikan pesawat berbadan lebar pertama yang dimiliki yakni Airbus A330-200. Pesawat tersebut kini sudah diberi nomor registrasi Indonesia, PK-YVI dan parkir di hanggar Batavia Air di Bandara Soekarno-Hatta. "Pilihan kami jatuh pada pesawat Airbus A330-200 karena Batavia Air sedang menuju era baru yaitu penggunaan pesawat berbadan lebar," kata Presdir Batavia Air, Yudiawan Tansari, Senin (31/8) sore.

Menurut Tansari, akhir September 2009 atau awal Oktober, pesawat ini akan digunakan untuk menerbangi rute Jakarta-Jeddah. Pasar Timteng? Wow, pasar yang memang "basah" dan paling diincar perusahaan penerbangan manapun. Jelas sangat menjanjikan. "Lihat saja, pesawat asal Timteng malam ini ramai mendarat di Soekarno-Hatta," ujar Capt Noer Effendi, Direktur Operasi Batavia Air. Penerbangan ke Jeddah, lanjut Noer, Batavia akan membidik pasar TKI dan tamu umroh.

Alasan inilah yang menyebabkan pasar Timteng menjadi fokus Batavia Air. Namun, menurut Public Relations Manager Batavia Air, Eddy Haryanto, awalnya adalah permintaan dari Kerajaan Arab Saudi sendiri yang meminta Batavia melakukan penerbangan ke Jeddah.

Gayung pun bersambut. Pesawat Airbus A330-200 yang semula digunakan Aer Lingus di Irlandia lantas disewa Batavia dan diterbangkan dari Dublin ke Jakarta. Selama ini Airbus A330 dikenal sebagai pesawat penumpang komersial jarak menengah dengan waktu tempuh maksimal 14 jam dan hemat bahan bakar. Batavia menilai A330 cocok untuk terbang langsung dari Jakarta ke kota-kota di Timteng. "Perizinan untuk terbang Jakarta-Jeddah sedang dalam proses," kata Eddy seraya menambahkan pesawat kedua yang sejenis dijadwalkan tiba di Tanah Air sekitar Oktober mendatang.

Lantas bagaimana dengan kebutuhan pilot dan pramugari? Capt Noer punya jawaban tersendiri. Ia menjelaskan, para pilot yang terbiasa menggunakan A320 dan A319 tidak terlalu sulit menyesuaikan diri dengan A330-200. Sebanyak 10 pilot sudah dilatih di Toulouse, Perancis. "Pengoperasian (pesawat) nyaris sama, cuma badannya saja yang lebih besar," katanya.

Kenyamanan penumpang pun diperhatikan, seperti jarak antar-kursi yang dibuat selega mungkin sehingga terbang 10 jam Jakarta-Jeddah tentu terasa tidak membosankan. Selain itu, lanjut Capt Noer, pesawat ini juga dilengkapi telepon satelit, sehingga penumpang bisa menghubungi keluarga mereka dimana pun berada saat pesawat mengudara.

Namun, sebagai tahap awal, pada tanggal 6 September nanti, A330-200 yang keseluruhannya berkelas ekonomi dengan 320 seat ini akan digunakan untuk penerbangan dalam negeri yaitu ke Medan dan Manado. Di akhir acara Yudiawan Tansari menambahkan ke depan bila pasar Timteng ini dari sisi bisnis menguntungkan, manajemen Batavia Air siap-siap melirik pasar Jepang, Korsel dan Australia.