JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tak lebih baik dari kebanyakan emiten yang tercatat di sana.
Akhir semester I 2009, pendapatan BEI turun 34,09 persen, dari Rp 363,24 miliar (semester I 2008) menjadi Rp 239,42 miliar. Benar BEI sukses menekan beban usaha hingga 21,6 persen menjadi Rp 105,26 miliar. Tapi, laba usaha menukik 41,41 persen menjadi Rp 134,16 miliar.
Secara keseluruhan, laba bersih BEI masih tumbuh 3,37 persen dari Rp 177,78 miliar menjadi Rp 183,78 miliar. "BEI mempunyai keuntungan dari dana yang diinvestasikan di deposito, reksadana, dan obligasi," tutur Supandi, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia BEI, kemarin (31/8).
Sejak April 2009, pasar saham kita memang mulai pulih dari posisi terdalam pada Oktober 2008. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menanjak 75 persen sejak awal tahun. Begitu pula, harga-harga surat utang. Jadi, nilai-nilai aset pun sudah membaik.
Per Juni tahun ini, BEI mencatatkan laba belum terealisasi dari kenaikan nilai aktiva bersih reksadana sebesar Rp 40,73 miliar. Tahun lalu, di pos ini BEI merugi sekitar Rp 11,8 miliar. Selain itu, penghasilan bunga dan pendapatan dari transaksi obligasi dan reksadana meningkat.
Total jenderal, BEI membukukan penghasilan lain-lain sebanyak Rp 96,95 miliar. Setahun sebelumnya, otoritas pasar modal Indonesia ini meraih penghasilan lain-lain sebesar Rp 28,79 miliar.
Supandi menjelaskan, penurunan pendapatan BEI ini merupakan imbas penurunan transaksi efek di bursa selama semester I 2009. Pendapatan dari jasa transaksi efek turun 36,41 persen dari Rp 237,65 miliar menjadi Rp 151,1 miliar. Setali tiga uang, penerimaan jasa kliring yang berasal dari Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) pun tergerus 36,78 persen menjadi Rp 75,28 miliar, dari Rp 118,51 miliar.
Walau demikian, Supandi optimistis, akhir tahun ini BEI akan sanggup meraup pendapatan menjadi dua kali lipat lebih besar ketimbang pendapatan semester I. Soalnya transaksi efek makin ramai. "Mungkin kami akan merevisi target nilai transaksi harian menjadi sekitar Rp 3,75 triliun per hari," kata Supandi.
Sebelumnya, BEI hanya menargetkan nilai transaksi harian rata-rata Rp 2,75 triliun karena transaksi di bursa sempat lesu. "Kami akan merevisi target pada Rapat Umum Pemegang Saham bulan Oktober nanti," ujar Supandi, tanpa memerinci angka target baru nanti. (Wahyu Tri Rahmawati/Kontan)


