KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Century ibarat "Orang Kemalingan, yang Menanggung Negara"
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Selasa, 1 September 2009 | 12:42 WIB
KOMPAS/RIZA FATHONI
Staf Bank Century Senayan, Jakarta, melayani nasabah, Senin (31/8). Per Juli 2009, total aset Bank Century mencapai Rp 6,882 triliun lebih tinggi daripada posisi akhir Desember 2008 sebesar Rp 5,586 triliun.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat ekonomi sekaligus anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, Dradjad Wibowo, mengatakan, persoalan keuangan yang dihadapi Bank Century tak hanya dipicu oleh krisis.

Ia sepakat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang memandang ada unsur kejahatan perbankan di dalamnya. Kejahatan perbankan, menurutnya, harus diselesaikan secara hukum dengan mengacu pada UU Perbankan. Bank Century mendapat kucuran dana talangan dari pemerintah sebesar Rp 6,7 triliun.

"Kalau Komisi XI mempertanyakan mengapa BI memutuskan Century sebagai bank gagal yang bersifat sistemik. Kalau ada kejahatan perbankan di situ maka penyelesaiannya melalui kejahatan perbankan," kata Dradjad.

Kejahatan perbankan, menurut politisi PAN ini, tak mengharuskan negara ikut menalangi kerugian yang diderita. "Kalau negara yang menalangi, ibaratnya ada seseorang rumahnya kemalingan, kerugian diganti negara. Padahal, tidak ada kaitan dengan negara," ujar dia.

Audit investigasi BPK

Menurut Dradjad, untuk mengungkap potensi kerugian negara, BPK harus melakukan audit investigasi. Akan tetapi, auditor yang ditugaskan untuk mengaudit, sebaiknya bukan auditor yang pernah mengaudit BI, Departemen Keuangan atau Lembaga Penjamin Sosial. "Karena hasilnya akan menjadi bias. BPK juga kami ingatkan agar betul-betul independen dalam melakukan audit investigasi," kata Dradjad.

Hasil audit BPK diharapkan tak menjadi "penutup" kasus. Sebab, berdasarkan pengalaman di masa lalu, misalnya, dalam kasus BLBI dan kasus-kasus lain, BPK menyatakan tidak ada masalah. "Kalau tidak ada masalah maka kasus ditutup, selesai," ujarnya.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.