KOMPAS
Selasa, 9 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Bodoh, Kalau Sampai Impor Gula!
Selasa, 1 September 2009 | 17:39 WIB
KOMPAS/LASTI KURNIA
Kegiatan produksi gula berlangsung 24 jam di Pabrik Gula Gunung Madu Plantation (GMP), Gunung Batin, Lampung Tengah, Sabtu (29/8). Mulai musim giling, per April 2009, produksi gula sekitar 33.000 ton per bulan dengan stok jual per bulan sebanyak 20.000 ton disalurkan oleh 19 penyalur setiap 10 hari sekali dengan kapasitas pembelian antara 300-1.000 ton.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menilai, langkah pemerintah untuk mengimpor gula kurang tepat dan bukan solusi yang tepat untuk memenuhi permintaan gula.

"Sebenarnya gula tidak ada masalah. Impor gula itu bodoh," kata Rusmas seusai pemaparan perkembangan inflasi di kantornya, Selasa (1/9).

Rusman menjelaskan, impor gula tidak akan menyelesaikan masalah karena harga gula di luar negeri lebih mahal dibandingkan kondisi harga di dalam negeri. Dari Januari-Agustus 2009, harga gula di luar negeri telah mengalami kenaikan sebesar 100 persen. Adapun harga gula di dalam negeri baru naik hingga 50 persen.

Selain itu, menurut Rusman, gula yang masuk melalui impor biasanya akan ditahan oleh pengusaha dalam negeri sehingga akan menyebabkan harga gula naik.

Penulis: ANI   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.