Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 11:43 WIB
Kejar Target, DJP Genjot Penerimaan Migas
Wahyu Satriani Ari Wulan | Selasa, 1 September 2009 | 20:53 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com- Demi mengejar target penerimaan pajak tahun 2010 mendatang, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan menggenjot penerimaan pajak dari tiga sektor usaha, yaitu minyak dan gas bumi, pertambangan, dan pertanian.

"Freeport, Newmont, kewajiban pajaknya kan sangat besar, sektor migas, pertambangan dan pertanian akan kita gali potensi penerimaan pajaknya di 2010," kata Direktur Potensi Penerimaan dan Kepatuhan DJP Sumihar Petrus Tambunan, di sela-sela acara buka puasa bersama, di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (1/9).

Sumihar mengatakan, penggenjotan dari tiga sektor itu untuk memenuhi target penerimaan pajak 2010 yang naik hingga 24 persen menjadi Rp 611 triliun dari prognosa penerimaan pajak tahun 2009 sebesar Rp 528 triliun.

Diketahui, target penerimaan pajak non migas di 2010 mencapai Rp 611,22 triliun, sedangkan target Pajak Penghasilan (PPh) Migas sebesar Rp 30,882 triliun. "Target itu sudah menghitung potensi penerimaan yang hilang akibat diturunkannya tarif PPh dari 28 persen menjadi 25 persen di 2010," jelasnya.

Jika potensial lost dari penurunan tarif tidak dihitung, maka target penerimaan pajak 2010 sebesar Rp 649 triliun. Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo menyatakan optimis dapat mencapai target penerimaan pajak 2009 sebesar Rp 528 triliun. "Target 2009 Insya Allah dapat dipenuhi sampai akhir tahun," kata Tjiptardjo.