KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
KPK Belum Bisa Deteksi Kasus Bank Century
Rabu, 2 September 2009 | 20:08 WIB
KOMPAS/RIZA FATHONI
Staf Bank Century Senayan, Jakarta, melayani nasabah, Senin (31/8). Per Juli 2009, total aset Bank Century mencapai Rp 6,882 triliun lebih tinggi daripada posisi akhir Desember 2008 sebesar Rp 5,586 triliun.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi belum dapat menyimpulkan secara jauh perihal kasus Bank Century. Pasalnya, KPK saat ini masih menunggu laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua KPK, M Jasin saat ditanyai pers perihal kasus Bank Centruy. "Kita belum bisa deteksi secara jauh, disamping menilai kerugian negara BPK juga menilai aspek penyimpangannya. Nanti baru akan muncul di laporan BPK. Ini KPK tidak bisa menyimpulkan," katanya.

Lebih lanjut Jasin mengatakan, KPK tidak dapat menggarap suatu kasus hanya berdasarkan kepada laporan dari satu pihak saja, karena KPK, menurutnya, harus memiliki indikasi kerugian negara yang ditimbulkan oleh kasus tersebut.

Menurut Jasin, yang berhak untuk menilai kerugian yang ditimbulkan tersebut hanyalah lembaga auditor resmi negara, yaitu, BPK. "Jadi dari masa-masa sebelumnya laporan ini yang masih ngambang atau kurang jelas poin-poin penyimpangan berapa kita minta audit oleh BPK. Sehingga BPK bisa menilai jumlahnya berapa. Lebih lanjut kita menggali penyimpangan-peyimpangan yang sudah diidentifikasi BPK," ujarnya.

Saat ditanya, apakah penyelidikan akan mengarah ke kepala KKSK, BI, dan Depkeu, Jasin menjawab, "Ini baru dua hari kita tidak bisa berspekulasi banyak sesuai dengan hasil audit BPK, apapun hasilnya akan kita tindak lanjuti secara profesional dan konsisten. Kalau kemungkinan tentu ada kemungkinan".

Penulis: C10-09   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.