BOGOR, KOMPAS.com - Gempa berpusat di Tasikmalaya, berakibat pula di Kabupaten Bogor. Dua warga meninggal dunia dan delapan luka-luka. Selain itu, sedikitnya 702 warga di 10 kecamatan mengalami kerusakan.
Warga yang meningal dunia akibat langsung atau tidak langsung dari gempa tersebut adalah Ny Yeti (45) dan Soma (60), warga Kampung Babakan RT 1 RW 1, Desa Cimande, Kecamaran Caringin. Yang luka-luka, tujuh orang warga Ciawi dan satu orang warga Cijeruk. Mereka mendapat pertolongan medis secukupnya di rumah sakit, namun tidak perlu menjalani rawat inap.
"Yeti meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan tembok pagar sebuah madrasah. Setelah gempa reda, korban bersandar di tembok yang ternyata sudah rapuh akibat gempa. Tembok itu menimpanya. Sedangkan Soma meninggal akibat serangan jantung yang dipicu kelelahannya berlari-lari akibat panik oleh gempa," tutur Budi Aksomo, koordinator lapangan penanganan bencana dari Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas ) Kabupaten Bogor, Kamis (3/9) siang.
Bupati Bogor Rachmat Yasin dan wakilnya, Karyawan Fathurahman, mengujungi para korban bencana di Kecamatan Caringin dan memberi santunan kepada keluarga Yeti dan Soma.
Adapaun bangunan yang rusak, terdata 702 rumah warga yang tersebar di 10 kecamatan .Dari jumlah tersebut, 156 rumah rusak berat, sehingga sama sekali tidak dapat dihuni lagi, sebab roboh total atau doyong yang rawan roboh total. Sisanya, rusak sedang atau ringan. Para korban yang rumahnya tidak bisa dihuni lagi, mengungsi di rumah anak atau sanak saudara mereka se kampung.
Korban bencana gempa yang paling banyak adalah warga Caringin, di mana dari 156 rumah yang teribas gempa, 103 rumah mengalami rusak berat. Di Kecamatan Megamendung, 231 rumah dilaporkan rusak, namun hanya 7 rumah yang rusak berat. Banyak rumah rusak berat akibat gempa juga dilaporkan dari Kecamtan Cigombong, yakni 31 rumah rusak berat dan 73 rusak ringan.

