Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 20:50 WIB
Soal Century, Pemerintah Harus Jelaskan secara Terbuka
Inggried Dwi Wedhaswary | Jumat, 4 September 2009 | 15:22 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Staf Bank Century Senayan, Jakarta, melayani nasabah, Senin (31/8). Per Juli 2009, total aset Bank Century mencapai Rp 6,882 triliun lebih tinggi daripada posisi akhir Desember 2008 sebesar Rp 5,586 triliun.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah diminta memberikan penjelasan secara transparan atas pengucuran dana talangan Rp 6,7 triliun bagi penyelamatan Bank Century. Anggota DPR asal Fraksi Partai Golkar yang juga Koordinator Panitia Anggaran, Happy Bone Zulkarnain, mengatakan, penjelasan ini dipandang penting untuk menjawab dugaan-dugaan yang merebak di balik pengucuran dana tersebut.

Hal itu dikatakan Happy, dalam jumpa pers keprihatinan anggota Dewan, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (4/9). "Ini adalah kebijakan yang merupakan choice policy. Harus dijelaskan, kenapa kebijakan seperti itu diambil. Ada yang harus dijelaskan kepada rakyat. Apalagi, Presiden menggembar-gemborkan clean government," ujar Happy.

Persoalan Bank Century, menurut dia, tidak bisa ditutup-tutupi. "Ada uang rakyat di situ agar jangan timbul dugaan-dugaan," katanya.

Secara mekanisme, pengucuran dana tersebut juga patut dipertanyakan. Jika ditemukan indikasi merugikan negara maka harus diusut secara tuntas.

Anggota Fraksi PKB Effendi Choirie menambahkan, audit investigasi oleh BPK yang dimintakan Komisi XI tidak cukup untuk mengungkap pengucuran dana yang bahkan dikabarkan mencapai Rp 9 triliun. "Kalau perlu, KPK harus turun mengusut kasus ini," ujar Gus Choi.