JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia meminta Perum Peruri untuk lembur agar bisa mencetak uang pecahan kecil Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000 yang khusus dipersiapkan untuk permintaan menjelang Lebaran.
"Yang kita lakukan untuk memenuhi pecahan kecil ke masyarakat. Dan Perum Peruri kita minta lembur agar bisa mencetak uang pecahan kecil yang biasanya banyak diminta masyarakat jelang Lebaran," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi pada konferensi pers kesiapan BI memenuhi kebutuhan uang kertas dan uang logam selama Ramadhan dan Idul Fitri 2009 di Jakarta, Jumat (4/9).
Dalam rangka mengantisipasi kenaikan permintaan uang kartal selama Ramadhan-Idul Fitri 2009 BI telah menyediakan uang kartal dalam jumlah yang lebih dari mencukupi. Menurut Budi persediaan uang kartal di BI secara nasional per 31 Agustus 2009 tercatat sebesar Rp 150,8 triliun terdiri dari uang pecahan besar (Rp 100.000, Rp
50.000, dan Rp 20.000) dan uang pecahan kecil sebesar Rp 4,9 triliun.. Uang pecahan kecil terdiri dari pecahan Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. "Persediaan tersebut dalam memenuhi proyeksi kebutuhan uang kartal pada Ramadhan-Idul 2009 sebesar Rp 54,2 triliun," ujar Budi..
Menurut Budi perkiraan kebutuhan Rp 54,2 triliun terdiri dari Rp 49,5 triliiun untuk pecahan besar dan Rp 4,7 triliun dari pecahan kecil. " Khusus untuk uang kertas pecahan Rp 2.000 dan Rp 1.000 jumlahnya diperkirakan masing-masing Rp 1,1 triliun dan Rp 0,3 triliun," paparnya.
Budi mengatakan kebutuhan uang kartal selama Ramadhan-Idul Fitri 2009 tersebut meningkat sekitar Rp 169,7 triliun dibandingkan rata-rata kebutuhan uang kartal bulanan sebesar Rp 20,1 triliun. "Berdasarkan proyeksi kebutuhan tersebut maka uang kartal yang diedarkan pada H-1 sebelum Idul Fitri mencapai Rp 300,4 triliun," ujar Budi.
Menurut Budi meningkatnya persediaan uang khususnya pecahan kecil seluruh satker kas yaitu antara lain dengan meningkatkan frekuensi dan kuantitas pengiriman uang pecahan kecil dari kantor pusat Bank Indonesia (KPBI) ke kantor Bank Indonesia (KBI). "Untuk kelancaran distribusi uang penyiapan ketersediaan transportasi dilakukan melalui kerjasama secara intensif dengan pihak penyedia jasa transportasi baik udara, darat, dan laut," katanya.
Demikian pula guna mengantisipasi kebutuhan uang kartal yang mendesak khususnya uang pecahan besar telah ditempatkan sebagian persediaan uang kartal pada kas besar titipan (KBT) di 14 kantor BI sejumlah daerah di Indonesia. "Dalam hal terjadi kebutuhan uang kartal mendesak maka KBI yang memerlukan bisa langsung mendapatkan tambahan kas dari 14 KBI yang berfungsi sebagai KBT, " katanya.

