Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 12:32 WIB
Pemerintah Akan Impor Gula
Sandro | Senin, 7 September 2009 | 20:31 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan melakukan impor gula untuk menjamin stok gula hingga akhir tahun. Namun, impor gula tersebut tidak akan menjamin menurunkan harga gula saat ini yang terus merangkak naik dipasaran.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai acara berbuka puasa di Kantor Departemen Perdagangan Jakarta, Senin (7/9).

Namun, Mari menolak berkomentar ketika ditanya besaran gula yang akan diimpor. Menurutnya, saat ini besaran tersebut masih dibahas di Menteri Prekonomian dan akan diumumkan dalam minggu ini.

"Besarnya nanti tunggu pengumuman dari Menko dalam hari-hari ini. Sesegera mungkin (impor) begitu angkanya dikeluarkan," jelasnya.

Impor gula tersebut, kata Mari, nantinya akan digunakan untuk pasar murah bagi masyarakat yang berpendapatan rendah dengan harga jauh lebih rendah dari harga pasaran yaitu Rp 7.000 /kg.

Ia menjelaskan, melambungnya harga gula pada awal September ini yang mencapai 18 persen dibanding Agustus 2009 diakibatkan naiknya harga di pasar internasional dengan harga parsial impor antara Rp 9.300 sampai Rp 9.500/kg.

"Kondisi ini sangat mempengaruhi harga ditingkat petani hingga ditingkat eceran dalam negeri dimana rata-rata eceran nasional sampai 4 September di kisaran Rp 10.000/kg," jelasnya.

Stok daging aman

Dalam kesempatan sama, Mari menjamin stok daging sapi akan aman hingga lebaran. Namun, menurutnya harga akan terus merangkak naik hingga H-3 nanti mengingat permintaan yang meningkat.

"Kebutuhan daging tidak masalah. Tapi harga sedikit naik. Seperti biasa sampai H-3 sebelum lebaran pasti akan terus mengalami kenaikan," ucapnya.