Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:26 WIB
Ekspor Pupuk Sebelum Akhir Tahun
Rosdianah Dewi | Senin, 14 September 2009 | 13:39 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana pemerintah untuk mengekspor pupuk sepertinya akan segera terwujud. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu meminta sebelum akhir tahun ekspor pupuk dapat terlaksana.

"Ya paling tidak sebelum akhir tahunlah," ujarnya saat meninjau Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Senin (14/9).

Hingga saat ini Departemen Pertanian belum mengeluarkan rekomendasi untuk ekspor pupuk tersebut. Ekspor pupuk hanya dapat terlaksana jika Menteri Perdagangan belum mengeluarkan rekomendasi tersebut. Wacana ekspor pupuk itu muncul karena produksi pupuk nasional berlimpah sebanyak 1 juta ton.

Sementara itu, Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan, rencananya Departemen Pertanian akan mengekspor pupuk sebanyak 500.000 ton.

Ia menuturkan, pada awalnya pihaknya sempat mengalami kesulitan mengenai jumlah pupuk yang harus diekspor. Hal tersebut disebabkan perlu ada perhitungan secara detail mengenai jumlah tersebut. Dikatakannya, saat ini stok pupuk memang berlebih. Namun, pada saat masa tanam permintaan akan melonjak.

"Pupuk yang akan diekspor harus dikaji dan dihitung tepat, jangan sampai kita kekurangan pada musim tanam," ujarnya.