
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Alat sensor sidik jari semakin diminati instansi dan kantor swasta untuk presensi karyawan. Andrian Fernandes, Marketing showroom fingerspot di Jalan Parangtritis Km 3, Jogokariyan, mengatakan, dalam seminggu, sekitar 20 unit alat sensor sidik jari terjual.
"Peminat tak hanya kantor yang mempunyai puluhan karyawan. Banyak kantor yang karyawannya tak lebih 20 orang," juga membeli, ujar Andri an, Jumat (2/10).
Alat sensor sidik jari, menurut dia, tak bisa diakali. Alat ini juga bisa merekam waktu absensi karyawan. Sehingga, bagi kantor, potensi karyawan mencuri waktu bisa terhindarkan.
Ada dua jenis alat sensor sidik jari yang dijualnya. Keduanya adalah jenis online, yakni yang harus dihubungkan dengan komputer, serta jenis offline, yakni yang tak perlu disambungkan dengan komputer. Harga alat yang ditawarkan bervariasi, dari Rp 1,3 juta-Rp 6,75 juta, dengan kemampuan merekam 500-1.000 sidik jari.