JAKARTA, KOMPAS.com —Pemerintah akan melakukan lelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam APBN 2009 pada 13 Oktober 2009.
Sukuk Negara yang akan dilelang seri IFR 0003 dan seri IFR 0004 dengan jumlah rencana indikatif Rp 1,5 triliun.
"Empat belas peserta yang akan mengikuti lelang," ucap Dirjen Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Herry Purnomo saat acara Inverstor Gathering di Jakarta, Selasa (6/10).
Herry menjelaskan, penjualan SBSN akan dilaksanakan dengan sistem pelelangan oleh BI. Lelang bersifat terbuka (open auction), dengan metode harga beragam (multiple price). Penerbitan SBSN menggunakan underlying asset berupa Barang Milik Negara yang telah disetujui DPR pada 31 Agustus 2009 .
Selain itu, penerbitan telah memenuhi persyaratan dalam pasal 2 ayat 3 Peraturan Menteri Nomor 04/PMK. 8/2009 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang Berasal dari Barang Milik Negara.
SBSN seri IF 0003 dan seri IFR 0004 akan diterbitkan menggunakan akad Ijarah Sale Lease Back dan telah mendapat pernyataan kesesuaian Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI pada 10 Agustus 2009 .
Peserta lelang terdiri dari bank dan perusahaan efek. Bank yang mengikuti lelang adalah PT Bank Mandiri, PT BRI, PT Bank Permata, PT Bank Panin, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, PT Bank OCBC NISP, Standard Chartered Bank, PT CIMB Niaga, PT Bank Internasional Indonesia, dan PT BPN Jawa Barat dan Banten.
Sedangkan perusahaan efek, yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Securitas, dan PT Bahana Securitas.
