Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 14:12 WIB
Mahasiswa UGM Tolak Rencana Kenaikan LPG dan TDL
Defri Werdiono | hertanto | Rabu, 7 Oktober 2009 | 10:59 WIB
|
Share:

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Belasan orang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (KM FMIPA UGM), Yogyakarta, Rabu (7/10), berunjuk rasa di bundaran kampus itu.

Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga liquid petroleum gas (LPG) pada bulan Oktober ini dan tarif dasar listrik (TDL) mulai Januari 2010.

Rencana pemerintah tersebut, menurut mahasiswa, akan semakin menyengsarakan rakyat karena menambah beban hidup.

Humas BEM KM FMIPA UGM, Irwan Rizadi, mengatakan, rencana kenaikan TDL diperkirakan mencapai 20-30 persen. Untuk masyarakat kelas atas dan industri, kenaikannya di atas 20 persen, sedangkan untuk masyarakat kecil di bawah 20 persen.

"Alasannya, karena PLN merasa rugi, subsidi telah banyak digulirkan untuk rakyat," ujar Irwan.

Sementara itu, untuk LPG akan naik sekitar Rp 100 per kilogram. Namun di lapangan, nilai kenaikannya bisa lebih tinggi lagi dan akan sangat menyengsarakan rakyat kecil. Kenaikan harga LPG juga akan memicu naiknya harga kebutuhan. Ini terjadi, kata Iwan, karena Pertamina tidak melakukan pemantauan di lapangan.