Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 14:15 WIB
Rupiah Masih Diburu
Erlangga Djumena | Edj | Rabu, 7 Oktober 2009 | 16:43 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Pedagang mata uang asing menanti calon pembeli di kawasan Kwitang, Jakarta.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (7/10) sore naik 15 poin menjadi Rp 9.425-Rp 9.440 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.440-Rp 9.450, karena pelaku pasar kembali memburu rupiah.

Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga di Jakarta, Rabu mengatakan, pelaku pasar berbalik memburu rupiah, setelah sesi sebelumnya melemah, akibat berlanjut membaiknya bursa Wall Street yang mendorong bursa regional menguat. "Kami optimis rupiah akan kembali menguat pada hari berikut yang diperkirakan akan dapat mencapai Rp 9.400 per dollar," ucapnya.

Rupiah, menurut dia, saat ini diselimuti sentimen positif, setelah survei HSBC menyebutkan Indonesia merupakan pasar yang sangat digemari investor asing, karena memberikan keuntungan yang lebih tinggi ketimbang pasar Asia lainnya.

"Bahkan Bank Indonesia (BI) sendiri mentargetkan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4-4,5 persen dibanding target sebelumnya 3,5-4 persen," ucapnya.

Kondisi, lanjut dia memicu pelaku asing lebih aktif memburu rupiah, sehingga mata uang lokal itu terus menguat mendekati angka Rp 9.300 per dollar, yang diperkirakan analis akan bisa dicapai oleh rupiah pada akhir tahun ini. "Pasar yang terus positif akan mendorong rupiah bisa mencapai angka tersebut," ujarnya.

Rupiah pada pagi hari sempat melemah sebesar 17 poin, karena pelaku melakukan aksi profittaking untuk mencari untung. Namun rally bursa Wall Street akibat keyakinan pelaku asing bahwa pertumbuhan ekonomi global makin membaik memicu pelaku asing aktif memburu rupiah.

Ditanya apakah rupiah bisa mencapai Rp 9.000, menurut Edwin Sinaga rupiah kemungkinan sulit untuk bisa mendekati angka tersebut, kecuali faktor fundamental ekonomi makro Indonesia cukup bagus.

"Meski cadangan devisa BI terus meningkat hingga mencapai 62,59 miliar dolar naik tajam dibanding sebelumnya, memberikan keyakinan bahwa data ekonomi Indonesia membaik," ucapnya.

Sumber :
ANT