Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 14:18 WIB
Penyaluran Premium Naik Hampir Separuh
Josephus Primus | primus | Kamis, 8 Oktober 2009 | 00:17 WIB
|
Share:

PADANG, KOMPAS.com - PT Pertamina pemasaran regional I menyatakan, penyaluran bahan bakan minyak (BBM) sepanjang Selasa (6/10) berjalan lancar. Bahkan, jenis premium naik 46 persen dari rata-rata kebutuhan per harinya di wilayah Sumatra Barat. "Penyaluran bensin pada 6 Oktober 2009 sebanyak 2.190 Kiloliter dan naik 46 persen di atas kebutuhan masyarakat," kata Asisten Costumer Relations Pertamina pemasaran regional I, Rustam Aji, ketika dihubungi melalui telepon, Rabu.
    
Dia menjelaskan, penyaluhan BBM jenis solar pada (6/10) sebanyak 1.740 kiloliter (KL) dan naik sebesar 33 persen di atas kebutuhan rata-rata.
    
Untuk BBM jenis minyak tanah 520 kl terjadi kenaikan penyaluran sebanyak dua persen. Sedangkan Avtur --bahan bakar pesawat terbang-- disalurkan pada (6/10) sebanyak 310 kl atau penyalurannya naik signifikan 232 persen.
    
Rustam mengatakan, naiknya penyaluran BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan relawan bencana gempa bumi dan penerbangan, khususnya untuk bantuan yang semakin banyak.
    
Pihak Pertamina, tambahnya, akan mengupayakan penyaluran BBM di atas kebutuhan rata-rata untuk wilayah Sumbar sehingga tak terganggu aktivitas salama suasana tanggap darurat bencana gempa tersebut.
    
Dia merinci, posisi stok BBM di terminal transit BBM di Teluk Kabung Padang pada 7 Oktober 2009, jenis premium sebanyak 39.560 kl yang diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan 26 hari mendatang.
    
Sedangkan stok solar mencapai 39.680 kl untuk 30 hari ke depan mencukupi dan minyak tanah persediannya 12.830 kl bisa memenuhi kebutuhan untuk 25 hari ke depan. Sementara itu, avtur masih tersedia stok 910 kl untuk kebutuhan sepuluh hari mendatang. Jadi, katanya, rencana penyaluran pada (7/10) jenis premium sebanyak 1.880 kl, solar 1.390 kl, minyak tanah 510 kl dan avtur 310 kl.
    
"Meski persedian mencukupi untuk beberapa pekan ke depan, masyarakat diminta untuk melakukan pembelian dalam jumlah wajar dan mengutamakan untuk kepentingan mobil operasional tanggap bencana, seperti mobil ambulans, tim evakuasi, dan mobil bantuan," imbaunya.

 

Sumber :
Ant